Program Kreativitas Mahasiswa merupakan ajang yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia guna mewadahi dan memfasilitasi potensi mahasiswa Indonesia untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu serta teknologi kepada masyarakat luas, yang biasanya diselenggarakan dalam bentuk kompetisi pada setiap tahunnya.

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah hampir setiap tahunnya mengikuti ajang kompetisi tersebut, tak terkecuali pada tahun 2017 ini. Berdasarkan SK 547/B3.1/KM/2017 Kemenristek Dikti, Univesitas Ahmad Dahlan berhasil meloloskan 16 proposal mahasiswanya dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 bidang. Seluruh proposal tersebut berhasil mendapatkan dana hibah PKM dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti). Sebanyak 16 tim PKM yang didanai tersebut terdiri dari 9 PKM Penelitian Eksakta, 3 PKM Karsa Cipta, 2 PKM Sosial Humaniora, 1 PKM Kewirausahaan, serta 1 PKM Pengabdian Masyarakat.

Probani Merupakan salah satu tim PKM Universitas Ahmad Dahlan yang berhasil lolos pendanaan Dikti 2017 untuk PKM Karsa Cipta. Tim yang terdiri dari 5 orang itu mengangkat tema penelitianya pada bidang pemanfaatan teknologi dalam dunia pertanian.

“Penelitian ini selaras dengan kenyataan di Indonesia bahwa yang mayoritas penduduknya merupakan petani masih sangat sedikit dalam memanfaatkan teknologi untuk kegiatan Pertanian” hal itu disampaikan oleh Tofik Nurochman yang merupakan salah satu anggota yang tergabung dalam tim Probani tersebut.

Hal serupa juga disampaikan oleh ketua tim probani yaitu Mohammad Iqbalul Faiq Hatta bahwa “Lolos pendanaan dikti merupakan sesuatu pencapaian yang luar biasa namun hal ini juga merupakan langkah awal untuk meneruskan penelitian ke tahap berikutnya”.

Tim Probani yang dibimbing oleh Anton Yudhana, Ph.D (Dosen Teknik Elektro UAD) dengan fokus penelitian pada pembuatan robot berbasis drone yang dapat digunakan untuk menyemprotkan pestisida organik yang dapat digunakan oleh para petani. Dengan adanya alat ini dan dilakukannya kajian lebih mendalam diharapkan akan dapat membantu para petani dalam mengelola lahan pertaniannya.

Selain itu , Nining Anggraeni selaku anggota tim probani juga menyampaikan “petani masih memiliki pengetahuan yang minim terkait penggunaan pestisida , padahal penggunaan pestisida itu sendiri dapat membahayakan kesehatan petani. Hal inilah yang menimbulkan ide penggunaan pestisida organik yang ramah lingkungan dan aman bagi petani”.

Tim yang terdiri dari 5 orang di antaranya Mohammad Iqbalul Faiq Hatta (Teknik Elektro), Tofik Nurochman (Teknik Elektro), Ibnu Atma Kusnadi (Teknik Elektro), Nining Anggraeni (Pend. Biologi), dan Asa Krimuntari (Pend. Biologi) juga telah menyusun sejumlah progam dalam pelaksanaan PKM ini, selain itu tim Probani juga melakukan konsolidasi ke beberapa dosen serta bimbingan intensif ke dosen pembimbing, langkah ini diambil sebagai langkah awal untuk memantapkan dan meningkatkan kualitas tim PKM ini.

Beberapa progam strategis dan kerjasama dengan berbagai lembaga sudah dijalankan, kami juga berharap pelaksanaan PKM ini dapat berjalan lancar dan dapat lolos di tahap MONEV serta dapat melaju sampai  ke PIMNAS 2017. (H3)