Educamp PPG UAD Bekali 284 Calon Guru dengan Keterampilan Kepramukaan dan Pendidikan Karakter
Yogyakarta — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Educamp PPG UAD bertajuk Kemah Pramuka Calon Guru Inspiratif pada 17–18 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di Kampoeng Mahoni, Tanen, Hargobinangun, Pakem, Sleman.
Sebanyak 284 mahasiswa PPG UAD mengikuti kegiatan ini. Melalui berbagai aktivitas kepramukaan, mahasiswa memperoleh bekal kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, nasionalisme, dan pendidikan karakter.
Kegiatan ini juga mempersiapkan mahasiswa menjadi guru yang mampu membina kegiatan Pramuka di sekolah. Untuk itu, PPG UAD menggandeng tim pelatih dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Tingkat Daerah (Pusdiklatda) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY.
Educamp PPG UAD Perkuat Karakter dan Nasionalisme Calon Guru
Pembukaan Educamp dihadiri jajaran pengelola dan staf Prodi PPG UAD. Hadir Sekretaris Program Studi, Dr. Agus Supriyanto, M.Pd.; Bendahara PPG UAD Prof. Dr. Dian Arta Kusumaningtyas, M.Pd.Si.; serta Mahmuda Ma’arif, M.Pd., dari bidang akademik PPKn.
Dalam sambutannya, Prof. Dian Arta Kusumaningtyas mewakili Ketua Program Studi PPG UAD. Ia mengajak mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius dan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, kepramukaan menjadi sarana penting untuk membangun karakter calon guru yang berintegritas. Selain itu, kegiatan ini dapat memperkuat semangat nasionalisme mahasiswa.
Dian juga mengingatkan pentingnya kemampuan mengelola diri. Dengan pengelolaan diri yang baik, mahasiswa diharapkan mampu menjaga kesiapan dan produktivitas dalam menjalankan tanggung jawab sebagai calon pendidik.
Kapusdiklatda DIY Tekankan Pentingnya Kepramukaan bagi Guru
Kepala Pusdiklatda DIY, Dr. Sugiyanto, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa kepramukaan memiliki hubungan erat dengan profesi guru.
Menurutnya, guru tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan. Guru juga menjadi teladan melalui perkataan, sikap, dan perilakunya.
“Guru dalam istilah Jawa dikenal dengan digugu lan ditiru. Karena itu, kepramukaan menjadi salah satu bagian penting dalam pendidikan,” ujarnya.
Sugiyanto menjelaskan bahwa kepramukaan memiliki standar nasional dan internasional. Pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilainya selaras dengan tujuan pendidikan nasional.
Melalui kegiatan Pramuka, mahasiswa dapat mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan kemampuan bekerja sama.
Selain itu, Sugiyanto mengingatkan mahasiswa mengenai ketentuan penggunaan seragam Pramuka. Meskipun peserta dapat menggunakan seragam pinjaman selama pelatihan, mereka perlu mengikuti ketentuan resmi ketika kelak menjadi guru.
Ia juga mendorong mahasiswa mengembangkan kreativitas dan keberanian dalam mengikuti kegiatan.
“Kalau ingin sukses mengikuti pelatihan kepramukaan, hati dan fisik harus hadir di tempat latihan. Yang muda harus berani dan kreatif,” tuturnya.
Sugiyanto berharap mahasiswa aktif berdiskusi dan memanfaatkan setiap kesempatan belajar. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan keterampilan yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.
Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga dan mengembangkan nilai-nilai kepramukaan yang menjadi bagian dari identitas Yogyakarta.
Pembukaan Educamp ditandai dengan penancapan kapak oleh Kapusdiklatda DIY. Prosesi dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta dan penyerahan bendera Pramuka kepada tim pelatih.
Permainan Pramuka Siaga Latih Kreativitas dan Kerja Sama
Salah satu pelatih Pembina Pramuka Pusdiklatda DIY, Wahyu Hastini, M.Pd., menjelaskan bahwa Educamp membekali mahasiswa dengan keterampilan kepramukaan golongan siaga dan penggalang.
Pada sesi keterampilan siaga, mahasiswa mengikuti berbagai permainan edukatif. Kegiatan tersebut meliputi puzzle, origami, KIM bumbu, menyusun menara, estafet bola kasti, blind ball, dan ular tangga budaya.
Setiap permainan dirancang untuk melatih kreativitas, komunikasi, kekompakan, serta kemampuan menyelesaikan masalah.
Menurut Wahyu, calon guru perlu mampu merancang permainan yang menarik sekaligus mendidik. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya mempraktikkan permainan, tetapi juga memahami nilai pendidikan di balik setiap aktivitas.
Setelah permainan, peserta mengikuti sesi debrief atau refleksi bersama. Melalui sesi tersebut, mahasiswa mengevaluasi pengalaman dan mendiskusikan strategi yang digunakan selama kegiatan.
Mahasiswa juga belajar mengenai pentingnya saling mendukung, membangun kerja sama, dan mengambil peran kepemimpinan dalam kelompok.
Selain permainan, peserta mempelajari Senam Pramuka Istimewa sebagai bagian dari penguatan keterampilan kepramukaan.
Keterampilan Pramuka Penggalang Bangun Kepemimpinan
Pembekalan berlanjut pada penerapan keterampilan Pramuka Penggalang. Salah satu kegiatan yang diikuti mahasiswa adalah Raih Bendera Pusaka. Melalui aktivitas kelompok ini, peserta diajak memahami nilai patriotisme dan nasionalisme.
Mahasiswa juga mempraktikkan berbagai keterampilan, seperti Letter A, menaksir, sandi, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), blind PBB, dan estafet tongkat. Beragam aktivitas tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai pelaksanaan kegiatan Pramuka Penggalang.
Selain menguasai teknik, mahasiswa juga belajar merancang kegiatan yang menarik, terarah, dan sesuai standar kepramukaan. Melalui berbagai tantangan kelompok, peserta berlatih mengambil keputusan, membangun kekompakan, serta saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknis. Mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam mengembangkan kepemimpinan dan karakter.
Api Unggun Educamp PPG UAD Sarat Makna Persaudaraan
Salah satu rangkaian penting Educamp adalah kegiatan api unggun. Dalam kepramukaan, api unggun tidak hanya menjadi bagian dari tradisi perkemahan. Kegiatan tersebut juga memiliki makna persaudaraan, kebersamaan, dan persatuan.
Wahyu Hastini menjelaskan bahwa api unggun memiliki filosofi yang melampaui kegiatan seremonial. Nyala api menjadi simbol semangat yang menyatukan peserta dalam suasana persaudaraan.
Selain itu, api unggun melambangkan perdamaian dan persatuan umat manusia. Nilai-nilai tersebut relevan dengan peran guru dalam membangun lingkungan belajar yang menghargai perbedaan, kepedulian, dan kebersamaan.
Kegiatan api unggun juga dimeriahkan dengan pentas seni dari kelompok peserta. Melalui penampilan tersebut, mahasiswa mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja sama. Pentas seni sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan gagasan melalui pertunjukan kelompok.
Kelompok Terbaik Educamp PPG UAD Terima Apresiasi
Rangkaian Educamp juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada kelompok peserta terbaik. Salah satu pelatih Pembina Pramuka Pusdiklatda Kwarda DIY, Muhammad Zaelani, M.A.MS., mengumumkan kelompok terbaik dalam tiga kategori.
Kategori tersebut meliputi kreativitas yel-yel, penerapan keterampilan siaga, dan penerapan keterampilan penggalang. Selain itu, panitia memberikan apresiasi kepada satu kelompok terbaik dalam kategori pentas seni pada kegiatan api unggun.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas, kerja sama, dan kesungguhan mahasiswa selama mengikuti pelatihan.
Wakil Dekan FKIP UAD Tutup Educamp Calon Guru Inspiratif
Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Keuangan, Kehartabendaan, dan Administrasi Umum (KKAU) FKIP UAD, Dr. Ani Susanti, M.Pd.BI., secara resmi menutup kegiatan pada Minggu (18/10/2026).
Dalam sambutannya, Ani menyampaikan terima kasih kepada Tim Pelatih Pembina Pramuka Pusdiklatda DIY. Tim pelatih telah memberikan berbagai pengalaman dan keterampilan kepramukaan kepada mahasiswa.

Arahan oleh Wakil Dekan FKIP
Ani berharap mahasiswa tidak hanya memahami materi selama perkemahan. Lebih dari itu, mahasiswa perlu menerapkan nilai-nilai kepramukaan setelah kembali ke kampus.
Pengalaman tersebut juga diharapkan menjadi bekal ketika mahasiswa menjalankan tugas sebagai guru.
Sebagai calon pendidik, mahasiswa PPG UAD perlu mempersiapkan diri untuk menjadi pembina Pramuka yang mampu membimbing peserta didik secara kreatif dan bertanggung jawab. Melalui Educamp PPG UAD, mahasiswa diharapkan memiliki bekal kesamaptaan, kemandirian, patriotisme, dan nasionalisme.
Dengan demikian, pengalaman selama perkemahan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan. Nilai kepemimpinan, kerja sama, dan pendidikan karakter diharapkan terus diterapkan di ruang kelas maupun lingkungan sekolah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen PPG UAD dalam menyiapkan calon guru yang profesional, inspiratif, kreatif, dan berkarakter.


