INNERVERSE Ajak Remaja Panti Asuhan Yatim Putera Muhammadiyah Kenali Diri Lewat Alam
Yogyakarta – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bimbingan dan Konseling menggelar Workshop INNERVERSE bertema Explore Your Mind, Respect Your Body, Express Your Soul di Panti Asuhan Yatim (PAY) Putera Muhammadiyah, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini mengajak remaja mengenali kesehatan mental, memahami kesehatan reproduksi, dan mengekspresikan perasaan melalui aktivitas kreatif.
Pengelola PAY Putera Muhammadiyah, Tri Haryanto, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai workshop ini memberikan pengetahuan sekaligus ruang bagi anak-anak untuk bercerita dan mengekspresikan diri.
“Kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat karena anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga ruang untuk berekspresi dan bercerita,” ungkap Haryanto.
Mengenali Diri dan Menghargai Tubuh
Workshop ini menghadirkan Dr. Hardi Santosa, M.Pd., dosen pengampu mata kuliah Projek Kepemimpinan, sebagai narasumber. Ia mengajak peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, menghargai tubuh, serta mengenali perubahan dan tantangan selama masa remaja.
“Remaja perlu belajar mengenali apa yang sedang dirasakan, sekaligus memahami bahwa tubuh mereka juga perlu dijaga dan dihargai. Menjaga diri bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang hati, pikiran, dan bagaimana mereka mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Hardi.
Suasana workshop berlangsung interaktif. Peserta mengikuti diskusi dan berbagai aktivitas yang mendorong mereka mengenali diri. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian ialah Eco-Art Therapy, yang mengajak peserta mengekspresikan perasaan melalui benda-benda alam.

Sesi Eco-Art Therapy
Daun dan Bunga Menjadi Media Bercerita
Dalam sesi Eco-Art Therapy, peserta memilih daun, bunga, dan ranting, lalu menyusunnya menjadi karya yang menggambarkan pengalaman, perasaan, dan harapan mereka. Setiap benda memiliki makna tersendiri bagi pembuatnya, mulai dari kesedihan dan kekuatan hingga harapan untuk terus bertumbuh.
Salah satu peserta menggambarkan perjalanan hidupnya melalui sehelai daun yang ia pilih.
“Aku pilih daun ini karena mirip sama ceritaku. Daun ini jatuh dan kering yang mungkin nggak ada yang mengambil, tapi aku sadar kalau sebenarnya aku sendiri yang bisa mengambil dan menentukan hidupku,” ujarnya.
Cerita tersebut menunjukkan bagaimana peserta menggunakan karya sederhana untuk menyampaikan pengalaman yang sulit mereka ungkapkan secara langsung. Melalui aktivitas ini, mereka mendapat kesempatan untuk merefleksikan perjalanan hidup sekaligus menyampaikan harapan dengan cara yang lebih personal.
Pengalaman Nyata bagi Calon Guru BK
Bagi mahasiswa PPG Bimbingan dan Konseling, INNERVERSE menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam mendampingi remaja. Mereka belajar bahwa pendampingan tidak selalu harus dimulai dengan nasihat, tetapi juga dengan menyediakan ruang agar remaja merasa didengar dan diterima.
Melalui INNERVERSE, mahasiswa PPG BK mengajak peserta mengenali pikiran (Explore Your Mind), menghargai tubuh (Respect Your Body), dan mengekspresikan perasaan (Express Your Soul). Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan kreatif dalam mendukung perkembangan diri dan kesejahteraan emosional remaja. Sebab, ketika perasaan sulit diungkapkan melalui kata-kata, sehelai daun, setangkai bunga, atau sebuah ranting dapat menjadi awal dari sebuah cerita.
(Alyaazkia/ ed: krln)


