OSIS dan IPM SMA Muhammadiyah Wonosobo Ajak Siswa Hentikan Bullying melalui Edukasi Anti-Perundungan
Wonosobo – Sosialisasi Stop Bullying menjadi tema utama kegiatan edukasi anti-perundungan di SMA Muhammadiyah Wonosobo. Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Sosialisasi mengusung tema “Stop Bullying! Cuma Bercanda atau Bencana? Inisiatif OSIS dan IPM untuk Menciptakan Suasana Sekolah yang Aman, Positif, tanpa Perundungan.”
Sebanyak 30 siswa mengikuti kegiatan tersebut. Peserta terdiri atas 22 perwakilan kelas, 6 anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan 2 anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya bullying. Selain itu, sekolah ingin membangun budaya yang aman, nyaman dan saling menghargai. Oleh karena itu, melalui Sosialisasi Stop Bullying, peserta memahami bahwa candaan yang menyakiti orang lain dapat berkembang menjadi tindakan perundungan.
Sosialisasi Stop Bullying Tanamkan Kesadaran Anti-Perundungan
Sosialisasi menghadirkan Januar Adam Prasetiya, S.Pd., sebagai narasumber dari FKIP UAD. Ia menjelaskan bahwa bullying memiliki berbagai bentuk. Contohnya ialah kekerasan fisik, ejekan verbal, pengucilan, dan perundungan melalui media sosial.
Menurutnya, bullying dapat memberikan dampak jangka panjang. Korban dapat mengalami gangguan kesehatan mental. Selain itu, rasa percaya diri, prestasi belajar, dan hubungan sosial juga dapat menurun.
Januar mengajak peserta untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Ia juga menegaskan bahwa setiap siswa memiliki tanggung jawab menghentikan perundungan. Dengan demikian, seluruh warga sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
OSIS, IPM, dan PIK-R Menjadi Agen Perubahan
Tema yang diangkat mendorong OSIS, IPM, dan PIK-R menjadi pelopor budaya anti-perundungan. Mereka diharapkan mampu mengedukasi teman sebaya. Mereka juga dapat memberikan dukungan kepada korban bullying.
Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif berdiskusi. Mereka membahas berbagai kasus bullying yang sering muncul di lingkungan sekolah. Selain itu, peserta saling berbagi pengalaman. Mereka juga mendiskusikan cara merespons perundungan secara bijaksana.
Membangun Sekolah yang Aman dan Positif
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai bullying. Sosialisasi juga menanamkan nilai empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial kepada peserta. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam membangun hubungan yang sehat di lingkungan sekolah.
Sosialisasi Stop Bullying menjadi salah satu langkah nyata untuk mencegah perundungan di lingkungan sekolah. SMA Muhammadiyah Wonosobo dan FKIP UAD akan terus memperkuat kolaborasi melalui kegiatan edukatif. Kolaborasi tersebut mendukung pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, sekolah dapat mewujudkan lingkungan belajar yang aman, positif, inklusif, dan bebas dari bullying.
(syariful:ed/krln)


