PBSI FKIP UAD dan MGMP Sleman Perkuat Kompetensi Guru
Sleman – PBSI FKIP UAD dan MGMP Sleman memperkuat kompetensi guru Bahasa Indonesia melalui Workshop Growth Mindset dan Penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM). Kegiatan ini menyasar guru Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah Muhammadiyah Kabupaten Sleman.
Workshop berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2026, di SMP Muhammadiyah 3 Depok, Sleman. Selanjutnya, peserta mengikuti kegiatan lanjutan pada Selasa, 4 Agustus 2026.
PBSI FKIP UAD menghadirkan tiga dosen sebagai narasumber, yaitu Prof. Dr. Suhardi, M.Pd., Roni Sulistiyono, M.Pd., dan Dr. Sudaryanto, M.Pd. Ketiganya membahas growth mindset, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), serta penyusunan RPM.
MGMP Bahasa Indonesia Sleman dan PBSI UAD Tingkatkan Kompetensi Guru
Kepala SMP Muhammadiyah 3 Depok, Hasanudin, S.Pd.I., M.Pd., mengapresiasi kesempatan menjadi tuan rumah workshop. Ia berharap kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi dan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia.
Semoga kegiatan ini memperkuat semangat kolaborasi serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah Muhammadiyah, ujar Hasanudin.
Ketua MGMMP Bahasa Indonesia Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, Okisa Adelia, S.Pd., mengapresiasi dukungan PBSI FKIP UAD. Menurutnya, guru membutuhkan pendampingan agar dapat menerapkan konsep Pembelajaran Mendalam dalam perencanaan pembelajaran.
Kehadiran para akademisi menjadi jembatan antara perkembangan teori pembelajaran dengan praktik yang dijalankan guru di sekolah, ungkap Okisa.

Pemateri dari PBSI FKIP UAD
Prof. Dr. Suhardi, M.Pd., mengawali materi dengan membahas growth mindset sebagai dasar pengembangan profesional guru. Ia mengajak guru melihat perubahan kurikulum dan karakter peserta didik sebagai peluang untuk terus belajar, berinovasi, dan melakukan refleksi.
Kemudian, pembahasan berlanjut pada penyusunan RPM bersama Roni Sulistiyono, M.Pd. Ia menekankan keterkaitan tujuan pembelajaran, pengalaman belajar, dan asesmen. Ia juga mendorong guru memanfaatkan teks autentik seperti berita, pidato, cerita pengalaman, dan artikel populer agar pembelajaran Bahasa Indonesia lebih dekat dengan kehidupan peserta didik.
Setelah memahami konsep dan prinsip penyusunan RPM, peserta mengikuti sesi praktik bersama Dr. Sudaryanto, M.Pd. Peserta menyusun tujuan pembelajaran, memilih teks autentik, membuat pertanyaan pemantik, merancang aktivitas belajar, serta menyusun asesmen yang mengukur kemampuan bernalar, berkomunikasi, berkolaborasi, dan berkarya.
Workshop ditutup dengan presentasi hasil penyusunan RPM dan diskusi bersama narasumber. Kegiatan ini memperkuat kolaborasi PBSI FKIP UAD dan MGMMP Bahasa Indonesia Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Melalui kegiatan ini, PBSI FKIP UAD dan MGMP Sleman terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan kompetensi guru. Keduanya juga mendorong penerapan Pembelajaran Mendalam yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
(denik/ed: krln)



