Kajian Bulanan Mahasiswa FKIP UAD #13 Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Tanpa Kehilangan Arah
Yogyakarta – Kajian Bulanan Mahasiswa FKIP UAD kembali hadir sebagai ruang pembinaan karakter bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). FKIP UAD menggelar kegiatan ke-13 pada Rabu, 15 Juli 2026, di Educators Hall Lantai 7 Sayap Barat Kampus IV UAD. Tema kegiatan kali ini ialah “Future Ready, Akhirat Steady: Bekal Mahasiswa Menghadapi Dunia Kerja Tanpa Hilang Arah.” Ustadzah Ariati Dina Puspitasari, S.Si., M.Pd., Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah sekaligus dosen Pendidikan Fisika FKIP UAD, hadir sebagai narasumber.
Kajian Bulanan Mahasiswa FKIP UAD bertujuan membekali mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja. Selain itu, kegiatan ini menguatkan karakter Islami mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa mampu menjadi calon pendidik yang profesional sekaligus berintegritas.
Kajian Bulanan Mahasiswa FKIP UAD Soroti Tantangan Dunia Kerja
Ariati Dina Puspitasari menjelaskan bahwa dunia berubah sangat cepat. Perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, perubahan iklim, dan bonus demografi menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu menyiapkan diri sejak dini. Mereka harus mengembangkan kompetensi sekaligus menjaga karakter.
Selanjutnya, beliau mengingatkan bahwa teknologi mampu membantu manusia memperoleh informasi dan pengetahuan. Namun, teknologi tidak dapat menggantikan keteladanan, kasih sayang, integritas, dan nilai kemanusiaan. Karena itu, calon guru harus menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam setiap proses pembelajaran.
Ariati Dina Puspitasari menegaskan bahwa nilai akademik saja belum cukup. Dunia kerja juga membutuhkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, adaptasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mengembangkan soft skill sejak berada di bangku kuliah.
Selain itu, beliau mengajak mahasiswa aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan. Organisasi menjadi tempat belajar yang efektif. Mahasiswa dapat melatih kepemimpinan, tanggung jawab, empati, kejujuran, dan kemampuan bekerja dalam tim melalui berbagai aktivitas organisasi.
Future Ready Harus Berjalan Bersama Akhirat Steady
Ariati Dina Puspitasari mengajak mahasiswa menyeimbangkan kesiapan dunia dan akhirat. Menurutnya, Future Ready dan Akhirat Steady harus berjalan beriringan. Keduanya menjadi bekal penting bagi calon guru di masa depan.
Beliau menjelaskan bahwa Future Ready bertumpu pada learning agility, digital wisdom, leadership, dan collaboration. Sementara itu, Akhirat Steady berlandaskan tauhid, salat, akhlak, dan amal. Beliau menutup sesi ini dengan pesan yang kuat, “Skill membuat kita dicari manusia, sedangkan akhlak membuat kita dicintai Allah.”
Pada sesi penutup, mahasiswa mengikuti kegiatan Future Letter. Mereka menuliskan cita-cita, manfaat yang ingin diberikan kepada umat, dan target kehidupan pada masa depan. Selanjutnya, mahasiswa menulis The One Commitment sebagai langkah nyata setelah mengikuti kajian.

Ariati Dina Puspitasari juga mengajak mahasiswa mengikuti tantangan “7 Hari Future Ready, Akhirat Steady.” Tantangan tersebut meliputi membaca Al-Qur’an setiap hari, mempelajari keterampilan baru, melakukan kebaikan tanpa dipublikasikan, memperbanyak rasa syukur, dan mengurangi penggunaan media sosial.
Pada akhirnya, Kajian Bulanan Mahasiswa FKIP UAD tidak hanya membahas kesiapan menghadapi dunia kerja. Kegiatan ini juga mengingatkan mahasiswa agar selalu menjaga hubungan dengan Allah SWT. Harapannya, mahasiswa FKIP UAD tumbuh menjadi pendidik yang unggul, adaptif, berakhlak mulia, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.
(Krln Humas FKIP)


