Pelatihan STEM Education Leadership for Change di FKIP UAD Libatkan 13 Sekolah
Yogyakarta – STEM Education Leadership for Change (SELC) berlangsung di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 11–13 Agustus 2026. Kegiatan ini mempertemukan sekolah, Dinas Pendidikan, perguruan tinggi, dan SEAMEO SEAMOLEC. Program tersebut berfokus pada penguatan kepemimpinan serta pengembangan pembelajaran berbasis STEM.
Pelatihan SELC di Yogyakarta melibatkan 13 sekolah dari Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul, Surakarta, Salatiga, dan sekitarnya. Setiap sekolah mengirimkan lima peserta, sedangkan satu sekolah mengirimkan enam peserta. Dengan demikian, jumlah peserta dari sekolah mencapai 66 orang.
Sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut yaitu SMP Muhammadiyah 2 Depok, SMP Muhammadiyah 3 Depok, SMP Muhammadiyah Plus Salatiga, MTsN 4 Gunungkidul, SMPN 3 Kota Surakarta, SMP Negeri 7 Kota Surakarta, Madrasah Tsanawiyah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, SMP Negeri 6 Yogyakarta, MTsN 1 Yogyakarta, SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta, SMP Angkasa Adisutjipto, MTs Ma’arif Darusholihin Sleman, serta MTs Alfalaah Bantul.
Selain peserta sekolah, kegiatan ini mengundang delapan perwakilan Dinas Pendidikan sebagai peserta dan observer. Sebanyak empat dosen UAD juga mengikuti program tersebut. Sementara itu, sembilan anggota Tim SEAMEO SEAMOLEC bertugas sebagai panitia dan fasilitator. Secara keseluruhan, kegiatan SELC di UAD melibatkan 87 orang.
Dalam sambutannya, Direktur SEAMEO SEAMOLEC menyampaikan terima kasih kepada FKIP UAD atas dukungan dalam penyelenggaraan SELC. Ia juga mengapresiasi kehadiran seluruh peserta yang mengikuti program tersebut.
Ia menjelaskan bahwa sekolah peserta mengikuti kegiatan berdasarkan rekomendasi Direktorat SMP. SEAMEO SEAMOLEC juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama dalam mendukung program tersebut.
Pelaksanaan SELC di Yogyakarta melibatkan 13 sekolah. Selain itu, delapan sekolah mengikuti pelatihan serupa di Jakarta. Seluruh peserta dapat mengikuti program ini secara gratis dengan dukungan dari SEAM.
Direktur SEAMEO SEAMOLEC, Cahya Kusuma Ratih, M.T. menekankan bahwa SELC menjadi ruang untuk belajar bersama. Peserta tidak hanya memperoleh materi dari trainer. Mereka juga dapat bertukar pengalaman dan praktik baik dari sekolah masing-masing.
“Kita akan sama-sama belajar. Karena itu, mari kita manfaatkan kegiatan ini untuk berbagi pengalaman dan mengembangkan pembelajaran STEM,” pesannya kepada peserta.
Dekan FKIP UAD Dorong Penguatan Pembelajaran STEM
Dekan FKIP UAD, Dr. Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kehadiran peserta dan para narasumber dari SEAMEO SEAMOLEC. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat pengembangan pendidikan STEM di sekolah.
Dalam sambutannya, Muhammad Sayuti juga menyoroti kolaborasi antara UAD, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan UIN Raden Fatah. Menurutnya, kerja sama antarperguruan tinggi menjadi kekuatan penting dalam mengembangkan inovasi pendidikan.
Ia menyampaikan bahwa FKIP UAD termasuk institusi yang aktif dan terdepan dalam pengembangan STEM. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan secara maksimal. Pengetahuan yang peserta peroleh perlu memberikan dampak pada proses pembelajaran di sekolah.
“Manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan pembelajaran berbasis STEM. Jangan berhenti pada pelatihan, tetapi bawa pengalaman yang diperoleh ke dalam praktik pembelajaran di sekolah,” ujar Muhammad Sayuti.
Dekan juga menekankan pentingnya keterlibatan kepala sekolah. Menurutnya, pengembangan pembelajaran membutuhkan dukungan kepemimpinan sekolah. Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi guru.
Selain itu, Muhammad Sayuti menyoroti pentingnya feedback dalam proses pendidikan. Guru perlu memberikan umpan balik yang bermakna kepada siswa. Prinsip yang sama juga berlaku dalam pembelajaran mahasiswa di perguruan tinggi.
“Feedback kepada siswa maupun mahasiswa sangat penting. Melalui feedback, proses pembelajaran dapat terus berkembang dan menjadi lebih baik,” jelasnya.
Pada akhir sambutan, Dekan FKIP UAD secara resmi membuka rangkaian STEM Education Leadership for Change di UAD.
Penandatanganan Implementation Agreement Perkuat Kolaborasi
Hari pertama berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026, di Ruang Serbaguna Lantai 10 Kampus IV UAD. Seluruh peserta mengikuti pembukaan dan sesi umum di ruang utama.
Agenda juga menghadirkan penandatanganan Implementation Agreement (IA) Program SELC Indonesia bersama universitas mitra. Kesepakatan tersebut memperkuat komitmen antarinstitusi dalam menjalankan dan mengembangkan program SELC di Indonesia.
Setelah itu, peserta mengikuti sesi umum sebagai landasan awal pelatihan. Sesi tersebut membangun pemahaman bersama sebelum peserta memasuki rangkaian kegiatan berikutnya.
Pelatihan menghadirkan empat trainer dari Universitas Sebelas Maret (UNS), SEAMEO QITEP in Mathematics (SEAQIM), serta dari UAD.

Peserta antusias mengikuti pelatihan
Para trainer mendampingi peserta selama rangkaian kegiatan. Mereka memfasilitasi proses belajar, diskusi, dan pengembangan gagasan terkait STEM Education.
Melalui proses tersebut, peserta dapat mengembangkan wawasan sekaligus bertukar pengalaman. Mereka juga dapat mendiskusikan berbagai tantangan dalam penerapan pembelajaran STEM di sekolah.
Program STEM Education Leadership for Change tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi guru. Program ini juga menempatkan kepemimpinan sekolah sebagai bagian penting dalam mendorong perubahan.
Keterlibatan kepala sekolah menjadi penting karena inovasi pembelajaran membutuhkan dukungan kebijakan di tingkat satuan pendidikan. Sinergi antara kepala sekolah dan guru dapat memperkuat implementasi STEM secara berkelanjutan.
Melalui SELC pada 11–13 Agustus 2026, UAD bersama SEAMEO SEAMOLEC dan para mitra mendorong peserta untuk belajar serta berkembang bersama. Program ini juga membuka ruang kolaborasi antara sekolah, pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan regional.
(Krln Humas FKIP)



