Mahasiswa PPG FKIP UAD Belajar dari Ruang Publik dan Budaya Kota Solo
Surakarta – Sebanyak 280 mahasiswa PPG FKIP UAD mengikuti kegiatan pembelajaran di Kota Solo, Senin (10/08). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 sekaligus mengajak mahasiswa mengenali lingkungan sosial, budaya, dan sejarah sebagai sumber belajar.
Mahasiswa menjelajahi kawasan heritage Solo dan mengamati berbagai potensi lingkungan yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Pengalaman langsung ini membantu calon guru memahami cara menghubungkan materi dengan konteks kehidupan peserta didik.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kebersamaan sebelum memasuki PPL 2. Mereka berlatih berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, dan membaca situasi dalam lingkungan yang berbeda.
Mahasiswa PPG FKIP UAD Belajar dari Kota Solo
Pemilihan Solo memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenali kekayaan sejarah dan budaya melalui pengalaman langsung. Mahasiswa menjelajahi kawasan heritage sekaligus mengamati berbagai potensi lingkungan yang dapat dikembangkan menjadi sumber pembelajaran.
Aktivitas tersebut mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap konteks tempat mereka belajar dan mengajar. Seorang guru perlu mampu menghubungkan materi pembelajaran dengan lingkungan agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang bermakna.
Pembelajaran berbasis lingkungan juga membuka peluang untuk mengembangkan kegiatan lintas mata pelajaran. Sejarah, budaya, arsitektur, kehidupan sosial, hingga aktivitas masyarakat dapat menjadi titik awal untuk merancang pembelajaran kontekstual.
Siapkan Diri Menjelang PPL 2
Pengalaman di Solo menjadi salah satu bekal mahasiswa sebelum menjalani PPL 2. Pada tahap ini, mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan peserta didik, guru, serta berbagai situasi pembelajaran di sekolah.
Melalui rangkaian pengalaman tersebut, mahasiswa PPG FKIP UAD terus membangun kompetensi sebagai calon guru profesional. Pembelajaran di luar kelas juga memperkaya kemampuan mereka dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
(syariful/ed: krln)


