Mahasiswa FKIP UAD Tutup PLP-KKN Internasional Thailand dengan Cerita Lintas Budaya
Thailand – Mahasiswa FKIP UAD di Thailand yang tergabung dalam Unit I.A.1 menutup rangkaian PLP-KKN International Thailand 2026 melalui Closing Ceremony di Sangkhom Islam Wittaya School, Jumat (28/8/2026). Kegiatan ini menjadi momen untuk merayakan kebersamaan, apresiasi, dan pengalaman lintas budaya selama program.
Empat mahasiswa yang mengikuti program di Sangkhom Islam Wittaya School yaitu Najwa Lelya Mawarda dari Pendidikan Matematika FKIP UAD, serta mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) yaitu Restu Nandayu dari Pendidikan Agama Islam, Adam Hafidz A. dari Pendidikan Agama Islam, serta Nazwa Widhy Azzurha dari Pendidikan Agama Islam.
Mengusung semangat “Satu perjalanan, dua budaya, sejuta cerita,” mahasiswa menghadirkan rangkaian kegiatan bersama keluarga besar Sangkhom Islam Wittaya School. Seni, pendidikan, perlombaan, hingga kuliner menjadi bagian dari perjumpaan budaya Indonesia dan Thailand.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Thailand dan Indonesia. Momen tersebut menggambarkan kebersamaan antara mahasiswa Indonesia dan keluarga besar Sangkhom Islam Wittaya School.
Ketua Unit I.A.1, perwakilan guru pamong, dan Direktur Sangkhom Islam Wittaya School kemudian menyampaikan sambutan. Setelah itu, peserta menyaksikan short movie recap yang merangkum perjalanan mahasiswa selama mengikuti program.
Mahasiswa FKIP UAD Kenang Perjalanan di Sangkhom
Short movie recap membawa peserta melihat kembali berbagai kegiatan selama PLP-KKN Internasional. Tayangan tersebut menghadirkan beragam momen yang telah mahasiswa dan keluarga besar sekolah lalui bersama.
Suasana kemudian semakin meriah melalui berbagai penampilan siswa Sangkhom Islam Wittaya School. Para siswa menampilkan Anuban, nyanyian Islami dari Class 2/4, tari Indonesia dari Class 4/2, serta nasyid dari Banat Eswi.
Penampilan tersebut tidak sekadar memeriahkan acara. Para siswa juga menunjukkan kebersamaan yang tumbuh selama program berlangsung.
Seni menjadi salah satu ruang perjumpaan antara budaya Indonesia dan Thailand. Melalui berbagai penampilan, mahasiswa dan siswa dapat saling mengenal budaya sekaligus membangun kedekatan.
Mahasiswa Kenalkan Pecel sebagai Kuliner Indonesia
Pertukaran budaya tidak hanya hadir melalui seni dan pendidikan. Mahasiswa di Thailand juga memperkenalkan pecel kepada keluarga besar Sangkhom Islam Wittaya School.
Setelah rangkaian acara, guru, siswa, mahasiswa, dan tamu menikmati pecel bersama. Mereka menghabiskan waktu dalam suasana santai dan penuh keakraban.
Melalui sepiring pecel, mahasiswa Unit I.A.1 mengenalkan salah satu cita rasa Indonesia kepada masyarakat di Thailand. Cara sederhana tersebut menjadi bagian dari pertukaran budaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sebelumnya, mahasiswa mengenalkan budaya Indonesia melalui tari dan berbagai kegiatan pendidikan. Kali ini, mereka menghadirkan Indonesia melalui makanan yang dapat dinikmati bersama.
Berikan Apresiasi kepada Siswa Sangkhom
Closing Ceremony juga menjadi ruang apresiasi bagi siswa yang mengikuti berbagai perlombaan selama program. Unit I.A.1 memberikan hadiah kepada pemenang Lomba Adzan, Nasyid, dan Tartil.

Mahsiswa KKN Internasional Bersama Siswa Sangkhom Islam Wittaya School
Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan atas semangat dan partisipasi siswa. Selain itu, mahasiswa menyerahkan cinderamata kepada pihak sekolah sebagai kenang-kenangan atas kebersamaan selama program.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan foto dan doa bersama. Selanjutnya, MC menutup acara sebelum seluruh peserta menikmati hidangan bersama.
Momen makan bersama menjadi penutup yang sederhana tetapi berkesan. Mahasiswa dan keluarga besar sekolah kembali berkumpul dalam suasana santai setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan.
Mahasiswa Bawa Pulang Cerita Lintas Budaya
Bagi mahasiswa di Thailand, berakhirnya PLP-KKN Internasional tidak sekadar menandai selesainya sebuah program. Perjalanan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dalam lingkungan pendidikan dan budaya yang berbeda.
Selama program, mahasiswa membangun interaksi melalui pembelajaran, kegiatan sekolah, penampilan seni, perlombaan, hingga berbagi makanan. Setiap aktivitas membuka kesempatan untuk saling mengenal dan membangun kebersamaan.
Perbedaan bahasa tidak menghalangi mahasiswa dan keluarga besar sekolah untuk membangun hubungan. Pendidikan, seni, dan makanan justru menjadi cara sederhana untuk saling memahami.
Pada akhirnya, PLP-KKN International Thailand 2026 bukan hanya tentang mahasiswa yang datang ke Thailand untuk menjalankan program. Perjalanan tersebut juga menghadirkan pengalaman, kebersamaan, dan hubungan yang tumbuh selama kegiatan.
Mahasiswa FKIP UAD pun membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman akademik. Sangkhom Islam Wittaya School menjadi bagian dari cerita tentang perjumpaan dua budaya dan kebersamaan yang mereka bangun selama berada di Thailand.
(krln Humas FKIP)



