Dosen PBio UAD Tampil di Kancah Global melalui Program SELC 2026 di Thailand
Dosen Program Studi Pendidikan Biologi (PBio) FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Irfan Yunianto, Ph.D., kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Program STEM Education Leadership for Change (SELC) 2026 menunjuknya sebagai trainer STEM dalam kegiatan yang berlangsung pada 27–30 April 2026 di Fakultas Pendidikan Universitas Chulalongkorn, Thailand.
Chevron, USA, mendukung program ini melalui pendanaan. Dalam pelaksanaannya, SEAMEO STEM-ED berkolaborasi dengan SEAMEO SEAMOLEC, SEAMEO RECSAM, dan SEAMEO INNOTECH serta mendapat dukungan dari Michigan State University, USA.
Dalam program tersebut, Irfan mengembangkan Professional Development (PD) Plan dan modul Climate Change Education (CCE) berbasis STEM. Ia mengintegrasikan pendekatan pembelajaran tiga dimensi NGSS (Next Generation Science Standards) dan kerangka CER (Claim-Evidence-Reasoning) ke dalam modul tersebut. Ia juga memanfaatkan perangkat digital seperti SAGE Modeler, CODAP dan Floaino untuk mendukung pengembangan modul.

Irfan Yuniarto, Ph.D., ketika menjadi trainer STEM Education Leadership for Change (SELC) 2026
Melalui modul tersebut, Irfan dan tim mendukung implementasi kurikulum nasional di jenjang SD, SMP dan SMA dengan pendekatan multidisipliner. Ia juga menyusun kurikulum CCE terintegrasi dan merancang proyek berbasis data yang dapat dimanfaatkan sekolah mitra di Indonesia.
Perubahan iklim bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga tantangan pendidikan. Melalui SELC 2026, kami ingin menghadirkan pembelajaran STEM berbasis fenomena nyata agar siswa mampu berpikir kritis dan merancang solusi berkelanjutan, ujar Irfan.
Keterlibatan Irfan dalam program ini semakin memperkuat peran PBio UAD dalam pengembangan pendidikan STEM berbasis riset dan inovasi. Melalui berbagai kolaborasi internasional, PBio UAD terus mencetak pendidik sains yang inovatif, berdaya saing global, dan mampu menjawab tantangan abad ke-21, termasuk tantangan perubahan iklim.
(rinohp/ed: krln)



