Ekspedisi Mitos Lombok Telusuri Jejak Islam dalam Tradisi Sasak
Lombok – Tim peneliti lintas institusi melaksanakan Ekspedisi Mitos Lombok: Menelusuri Jejak Islam dalam Tradisi Sasak pada 15–30 Juni 2026. Penelitian berlangsung di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Utara.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Yosi Wulandari, M.Pd. (https://www.pbsi.uad.ac.id) sebagai ketua tim. Penelitian melibatkan peneliti dari BRIN (https://www.brin.go.id/), Universitas Hamzanwadi, Universitas Khairun, dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Tim juga diperkuat oleh Dr. Dharma Satrya HD., S.Pd., M.A.; Dr. Ahmad Bachitar, M.A.; Dr. Muh. Jaelani Al Pansori, M.Pd.; Hasina Fajrin R., S.S., M.A.; Syaiful Bahri, M.Pd.; Herman Wijaya, M.Pd.; Hubbi Saufan Hilmi, M.Pd.; Wachid Eko Purwanto, M.A.; serta Roni Sulistiyono, M.Pd.
Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan jejak Islam dalam tradisi Sasak. Tim mengumpulkan data mengenai mitos, cerita rakyat, situs budaya, makam, dan berbagai tradisi yang masih berkembang di masyarakat.
Koordinasi dengan Lembaga Kebudayaan
Tim mengawali penelitian dengan mengadakan pertemuan bersama Dinas Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Balai Riset Daerah Nusa Tenggara Barat.
Pertemuan tersebut memberikan gambaran mengenai potensi data, arah pelestarian budaya Sasak, serta rekomendasi lokasi penelitian. Selain itu, para pemangku kepentingan juga membantu tim menentukan narasumber yang relevan.
Setelah tahap koordinasi, tim melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi di tiga wilayah penelitian. Peneliti juga berdialog dengan tokoh masyarakat, pemangku adat, juru kunci, serta masyarakat yang memahami sejarah Islam dan tradisi Sasak.
Melalui kegiatan tersebut, tim memperoleh berbagai informasi mengenai mitos lokal, sejarah penyebaran Islam, makam tokoh, serta situs budaya yang masih terpelihara hingga saat ini.
Masyarakat menyambut kegiatan penelitian dengan antusias. Para narasumber berbagi cerita, sejarah lokal, serta pengetahuan mengenai tradisi Sasak yang berkaitan dengan penyebaran Islam di Lombok.
Ketua tim penelitian, Dr. Yosi Wulandari, M.Pd., menjelaskan bahwa penelitian ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan data akademik.
Ekspedisi ini bukan sekadar menghimpun data penelitian. Kami ingin membangun dialog dengan masyarakat untuk memahami makna tradisi Sasak sekaligus mendokumentasikan jejak Islam yang masih hidup dalam berbagai praktik budaya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian Islam dan budaya lokal serta mendukung upaya pelestarian warisan budaya, ujar Yosi.
Menurutnya, kolaborasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya. Pendekatan tersebut juga membantu peneliti memperoleh informasi yang lebih mendalam dan autentik.
Dasar Pengembangan Kajian Islam dan Budaya
Secara keseluruhan, kegiatan penelitian berlangsung lancar dan kolaboratif. Tim berhasil menghimpun berbagai data lapangan yang relevan dengan jejak Islam dalam tradisi Sasak.
Hasil penelitian ini akan menjadi dasar penyusunan kajian ilmiah mengenai hubungan antara mitos, tradisi, dan penyebaran Islam dalam kebudayaan masyarakat Sasak. Tim juga berharap hasil riset tersebut dapat mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkaya khazanah penelitian Islam dan budaya di Indonesia.
Penulis: Denik Wirawati
Editor: Isnanisha Karlina


