FKIP UAD Perkuat Peran di Rakernas ALPTK PTMA
FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (ALPTK PTMA). Rakernas yang terintegrasi dengan The 12th Progressive and Fun Education (ProfunEdu) International Conference tersebut berlangsung di Bandar Lampung pada 25–27 Juni 2026.
FKIP UAD mengutus Wakil Dekan I, Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.I., dan Wakil Dekan II, Dr. Ani Susanti, M.Pd.B.I., sebagai delegasi Rakernas XVII ALPTK PTMA. Keduanya mengikuti pembahasan arah kebijakan pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah melalui forum tersebut.
Sementara, Prof. Dr. Dian Artha Kusumaningtyas, S.Pd., M.Pd.Si., dosen Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UAD, menjadi salah satu narasumber utama dalam The 12th Progressive and Fun Education International Conference. Ia membawakan materi bertajuk STEAM-Based Instructional Design and Media.
Prof. Dian menjelaskan pentingnya menerapkan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) dalam pembelajaran abad ke-21. Ia memaparkan desain pembelajaran yang sistematis, integrasi teknologi dan media pembelajaran, penerapan Project-Based Learning (PBL), pemanfaatan ekosistem digital STEAM, serta asesmen autentik.
Menurut Dian, pendekatan tersebut membantu pendidik menghasilkan peserta didik yang kreatif, kritis, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Materi tersebut juga mendorong penguatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Rakernas XVII ALPTK PTMA juga menjadi forum strategis untuk menyelaraskan pengembangan pendidikan guru dengan kebijakan pemerintah. Pada pembukaan Rakernas, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyiapkan desain besar pemenuhan kebutuhan guru nasional sebagai tindak lanjut arahan Presiden.
Pemerintah menyiapkan penataan sistem pendidikan calon guru, Pendidikan Profesi Guru (PPG), sertifikasi, pengembangan kompetensi, dan perencanaan kebutuhan guru secara nasional. Menurut Wakil Menteri, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Fajar juga menegaskan bahwa LPTK berperan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Menurutnya, LPTK tidak hanya menyelenggarakan pendidikan calon guru, tetapi juga diharapkan menjadi pusat pengembangan inovasi pembelajaran, riset pendidikan, dan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Partisipasi FKIP UAD dalam Rakernas XVII ALPTK PTMA dan The 12th Progressive and Fun Education International Conference memperkuat jejaring akademik sekaligus mendorong inovasi pembelajaran. FKIP UAD terus memperkuat perannya dalam menghasilkan pendidik yang profesional, inovatif, dan berdaya saing global.


