Kolaborasi FKIP UAD dan Kemensetneg Buka Wawasan Karier Language Specialist
FKIP UAD bekerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara melalui Tim Kerja Sama Dalam Negeri FKIP menyelenggarakan public lecture bertajuk Preparing Future Career as a Language Specialist. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan karier mahasiswa di bidang kebahasaan. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Muhammad Ersan Pamungkas, S.S., M.A., M.Tr.A.P., Penerjemah Ahli Madya Kementerian Sekretariat Negara, sebagai narasumber.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI), Sastra Inggris, serta Bahasa dan Sastra Arab mengikuti kegiatan ini. Materi yang dibahas meliputi prospek karier lulusan bahasa. Selain itu, narasumber menjelaskan kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi language specialist di era Artificial Intelligence (AI).
Dalam sambutannya, Wakil Dekan II FKIP UAD, Dr. Ani Susanti, M.Pd.B.I., menyampaikan bahwa perkembangan AI memunculkan pertanyaan mengenai masa depan profesi penerjemah dan linguis.
Kami berharap ke depan FKIP UAD memiliki pakar-pakar di bidang penerjemahan. Ketika ada hibah, proyek, atau kerja sama, kami siap mendukung pengembangannya, ujar Ani.
Sejalan dengan harapan tersebut, Ersan memperkenalkan program Campus Visit Kementerian Sekretariat Negara (https://setneg.go.id) yang telah berjalan sejak 2020. Program tersebut mengunjungi berbagai perguruan tinggi dan Balai Bahasa untuk memperkenalkan profesi penerjemah sekaligus membuka akses informasi mengenai peluang magang di lingkungan pemerintah.
Prospek Karier Lulusan Bahasa Semakin Luas
Ersan menjelaskan bahwa lulusan bahasa memiliki peluang karier yang luas. Selain menjadi guru, mereka dapat berkarier sebagai content writer, penerjemah, localisation specialist, maupun penerjemah di instansi pemerintah. Menurutnya, seorang language specialist juga dapat bekerja dengan berbagai jenis klien, mulai dari individu, agensi, perusahaan, hingga lembaga pemerintah. “Translating hanyalah salah satu opsi dalam language industry. Peluang karier lulusan bahasa masih sangat luas.”
Meski peluang karier terbuka lebar, Ersan mengingatkan bahwa lulusan bahasa perlu memiliki keunggulan yang membedakan mereka dari lulusan bidang lain yang juga menguasai bahasa Inggris. Karena itu, mahasiswa perlu terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan menjawab kebutuhan industri.
Menanggapi perkembangan AI, Ersan menegaskan bahwa teknologi tersebut belum mampu menggantikan peran manusia dalam penerjemahan.
AI belum bisa memahami seluruh terminologi maupun konteks budaya sehingga intervensi manusia tetap menjadi bagian penting dalam menghasilkan terjemahan yang berkualitas, ungkap Ersan.
Menurutnya, kehadiran AI justru membuka peluang profesi baru, seperti AI translation reviewer yang bertugas menyunting hasil terjemahan mesin. Karena itu, calon language specialist perlu memanfaatkan teknologi sebagai pendukung sekaligus meningkatkan kompetensi agar tetap relevan.

Sebagai penutup, Ersan menegaskan bahwa penerjemah profesional harus menguasai sedikitnya dua bahasa dan memiliki kemampuan bahasa yang kuat. Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan, kecepatan bekerja, confidentiality, neutrality, membangun visibility, memperluas networking, mencari pengalaman sejak dini, dan memiliki spesialisasi sebagai bekal membangun karier di industri bahasa.
Melalui public lecture ini, FKIP UAD (fkip.uad.ac.id) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Kolaborasi dengan Kementerian Sekretariat Negara menjadi salah satu upaya FKIP UAD membekali mahasiswa dengan wawasan, kompetensi, dan jejaring profesional untuk menjadi language specialist yang adaptif dan berdaya saing.
krln (humas fkip)


