Muhasabah Mutu FKIP: Refleksi Kepemimpinan dan Sinergi Sivitas Akademika
FKIP Universitas Ahmad Dahlan menggelar Muhasabah Mutu yang diawali kultum oleh Probosiwi, M.Sn., dosen PGSD UAD. Ia mengulas konsep Trimurti sebagai refleksi kepemimpinan melalui pendekatan komparatif pemikiran serta menegaskan pentingnya keseimbangan peran dalam merumuskan, melaksanakan, dan mengembangkan kebijakan dengan komunikasi sebagai kunci utama.
Refleksi tersebut menjadi landasan diskusi dalam forum Muhasabah Mutu FKIP. Fakultas menjadikan kegiatan ini sebagai ruang evaluasi bersama untuk menyelaraskan nilai kepemimpinan dengan arah kebijakan dan pengelolaan organisasi.
Dekan FKIP, Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., menyampaikan bahwa FKIP saat ini memiliki 12 tim kerja yang terus dievaluasi. Ia membuka ruang masukan terkait penguatan, penyesuaian, maupun penataan ulang tim kerja untuk meningkatkan kinerja fakultas.

Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., membuka sesi masukan dan evaluasi program kerja FKIP
Sayuti juga menyoroti partisipasi dosen yang belum merata dalam pekerjaan fakultas. Menurutnya, dekanat tidak dapat mengelola fakultas secara optimal tanpa kolaborasi aktif seluruh sivitas akademika.
Dekanat tidak bisa mengelola fakultas seorang diri, kolaborasi seluruh sivitas menjadi kunci peningkatan mutu
Pada agenda tersebut, fakultas menyerap berbagai masukan, mulai dari program apresiasi, penguatan kepemimpinan, hingga optimalisasi dosen sebagai intelektual publik. Fakultas ingin mendorong peningkatan kontribusi dosen melalui publikasi karya ilmiah dan forum diskusi.

Kaprodi dan Sekprodi di lingkungan FKIP UAD
Pembahasan juga mencakup pengembangan unit bisnis fakultas melalui pembentukan tim khusus dan peluang investasi. An Nahl Daycare yang dikelola PG PAUD disebut sebagai unit potensial dengan perputaran modal yang cepat.
Wakil Dekan II, Dr. Ani Susanti, M.Pd.B.I., menegaskan pentingnya penetapan target, luaran, dan indikator keberhasilan dalam setiap program fakultas. Ia menilai kejelasan perencanaan menjadi kunci agar pelaksanaan program berjalan terukur dan tepat sasaran.
Setiap program harus jelas arah dan ukurannya agar evaluasi berjalan objektif.
Menurutnya, FKIP perlu melanjutkan tim kerja yang telah menunjukkan kinerja baik dan capaian program yang jelas. Ia juga mendorong pembentukan tim baru berdasarkan kebutuhan strategis fakultas agar pengelolaan program lebih terarah dan efektif.
Menutup kegiatan, dekanat menegaskan pentingnya target, indikator capaian, dan evaluasi berkelanjutan terhadap seluruh program. FKIP berkomitmen melanjutkan tim berkinerja baik serta membentuk tim strategis sesuai kebutuhan fakultas.
(krln humas fkip)








