Pengajian Bulanan Mahasiswa #7 Self-Regulation Skill
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Pengajian Bulanan Mahasiswa #7 pada Rabu (14/01) di Educator Hall Kampus 4 UAD. Kegiatan ini mengangkat tema Self-Regulation Skill: Sebagai Modal Mental Mahasiswa Tangguh dengan menghadirkan Dr. Dewi Eko Wati, M.Psi., dosen PGPAUD FKIP UAD, sebagai narasumber.
Koordinator Tim AIK FKIP UAD, Dwi Astuti, S.Pd.Si., M.Pd., menyampaikan sambutan pembuka. Ia mengajak mahasiswa meluruskan niat dalam menuntut ilmu. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dalam pengajian ini merupakan bentuk perjuangan dan keikhlasan untuk belajar.
Niatkan kehadiran hari ini sebagai ibadah dan tholabul ilmi, karena ilmu yang dicari dengan ikhlas akan membawa keberkahan. ungkap Dwi.

Dwi Astuti, S.Pd.Si., M.Pd. memberikan sambutan pembuka
Dwi juga mendorong mahasiswa memanfaatkan fasilitas fakultas secara optimal, salah satunya dengan rutin mengikuti kajian bulanan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa kesungguhan dalam belajar menjadi kunci keberhasilan. Melalui kegiatan ini, ia berharap mahasiswa semakin bersemangat dan matang dalam bersikap.
Sesi utama dipandu oleh Niken, mahasiswa Bimbingan dan Konseling FKIP UAD. Dalam pemaparannya, Dewi menekankan pentingnya self-regulation skill bagi mahasiswa. Kemampuan ini membantu mahasiswa membangun semangat dan ketangguhan mental. Self-regulation juga membentuk pola pikir yang lebih dewasa dan positif.
Dewi menjelaskan bahwa kesehatan mental terbentuk melalui proses yang panjang. Proses tersebut tidak instan dan perlu dijalani dengan kesadaran. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memberi ruang bagi diri sendiri untuk belajar, berproses, dan berkembang secara bertahap.

Dr. Dewi Eko Wati, M.Psi., menyampaikan materi self-regulation
Ia menambahkan bahwa tantangan hidup yang dihadapi mahasiswa akan selalu hadir dalam berbagai bentuk. Tantangan tersebut menjadi bagian dari proses pendewasaan diri. Dalam konteks itulah, setiap ujian perlu dimaknai secara positif dan dijalani dengan penuh tanggung jawab.
Untuk menguatkan pesannya, Dewi mengutip Surah Al-Insyirah ayat 5–6. Ayat tersebut menegaskan bahwa setiap kesulitan selalu disertai kemudahan. Pesan ini menjadi pengingat agar mahasiswa tetap bertahan dan terus berproses.
Setiap ujian yang kita hadapi adalah bentuk kepercayaan Allah, karena Dia tidak menitipkan beban kepada hamba yang tidak mampu menjalaninya. ungkap Dewi.

Mahasiswa-mahasiswi FKIP UAD mengikuti kajian bulanan
Dalam pengelolaan emosi, Dewi mengenalkan dua strategi, yaitu cognitive reappraisal dan emotional suppression. Kedua strategi ini membantu mahasiswa menghadapi tekanan dan situasi emosional sehari-hari. Pemilihan strategi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Dewi menegaskan bahwa tidak ada satu cara yang paling benar dalam mengelola emosi. Cara tersebut bergantung pada situasi dan kemampuan individu. Kemampuan regulasi emosi berkembang melalui proses dan pengalaman. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mengenali emosinya agar dapat mengelolanya dengan baik.
Sebagai penutup, Dewi mengajak mahasiswa menerapkan sikap at-ta’anni. Mahasiswa perlu menahan diri saat emosi. Keputusan penting sebaiknya diambil dalam kondisi tenang. Ia menegaskan bahwa setiap masalah selalu datang bersama kemudahan.
(krln humas fkip)



FKIP UAD
FKIP UAD
FKIP UAD