PPG FAI UMSU Benchmarking ke UAD, Pelajari Tata Kelola Akademik dan Keuangan
Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mempelajari tata kelola akademik dan pengelolaan keuangan Program Studi PPG FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui kegiatan benchmarking pada Kamis (11/6). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya UMSU memperkuat penyelenggaraan PPG yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Wakil Dekan I Bidang Akademik FAI UMSU, Dr. Rizka Harfiani, M.Psi., memimpin rombongan yang didampingi Indah Pratiwi, M.Pd., dari bidang akademik dan kurikulum. Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UAD, Dr. Nurma Sari, M.Hum., menyambut rombongan bersama Kaprodi PPG UAD Prof. Dr. Trikinasih Handayani, M.Si., Sekretaris Prodi PPG Dr. Agus Supriyanto, M.Pd., serta jajaran staf Prodi PPG UAD.
Dalam sambutannya, Nurma Sari menjelaskan bahwa budaya audit internal di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) menjadi fondasi penyelenggaraan PPG. Menurutnya, sistem tersebut menjaga tata kelola akademik dan keuangan tetap transparan dan akuntabel.
Sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah, kita sudah terbiasa dengan berbagai audit internal. Karena itu, kami yakin penyelenggaraan PPG dapat dijalankan dengan baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, ujar Nurma.
Sementara itu, Kaprodi PPG UAD, Prof. Dr. Trikinasih Handayani, M.Si., mengapresiasi kepercayaan UMSU yang memilih UAD sebagai mitra benchmarking. Ia menilai tata kelola kedua program PPG tidak jauh berbeda karena sama-sama didukung dana hibah pemerintah.
Secara tata kelola, baik akademik maupun keuangan, tidak jauh berbeda. Karena itu kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai pengelolaan PPG yang efektif dan akuntabel, ujar Trikinasih.
Di sisi lain, Rizka Harfiani menjelaskan bahwa PPG FAI UMSU baru pertama kali diselenggarakan. Karena itu, UMSU ingin mempelajari praktik terbaik yang telah diterapkan UAD, terutama dalam pengelolaan keuangan program.
Kami ingin belajar dari pengalaman UAD yang lebih dahulu menyelenggarakan PPG, khususnya dalam pengelolaan keuangan agar sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik, ujar Rizka.
Dalam sesi diskusi, kedua perguruan tinggi membahas penerapan Standar Biaya Masukan (SBM) dalam tata kelola keuangan PPG. Pembahasan tersebut bertujuan mendukung pengelolaan dana hibah yang efektif, transparan, dan sesuai regulasi.
Pada sesi pemaparan, Nazufa Hunain Akmal, M.Acc., yang menangani bidang keuangan Prodi PPG UAD, menjelaskan mekanisme penggunaan anggaran berdasarkan SBM. Ia memaparkan komponen pembiayaan, proses pertanggungjawaban keuangan, serta strategi mengoptimalkan penggunaan dana program sesuai ketentuan.
UMSU berharap dapat mengadopsi berbagai praktik baik yang telah diterapkan UAD. Pengalaman tersebut akan menjadi bekal untuk memperkuat tata kelola akademik dan keuangan dalam penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Guru.
(dikdohw/ed: krln)









