Tingkatkan Peluang Pendanaan Internasional, FKIP UAD Gelar Coaching Clinic Proposal Hibah Internasional
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (FKIP UAD) menggelar Coaching Clinic Proposal Hibah Internasional di Educator Hall Lantai 7, Gedung Ahmad Dahlan, Kampus IV UAD, Rabu (22/07). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–15.00 WIB tersebut menghadirkan Dicky Sofjan, M.A., MPP., Ph.D. dan Elis Zuliati Anis, S.Ag., M.A., Ph.D. sebagai pemateri.
Kegiatan ini membantu dosen meningkatkan kapasitas dalam menyusun proposal yang kompetitif sekaligus memperbesar peluang memperoleh pendanaan internasional. Peserta yang mengikuti coaching clinic telah memiliki draf proposal penelitian, pengembangan kapasitas kelembagaan atau individu, maupun proyek internasional lainnya.
Perkuat Rekam Jejak dan Dampak Proposal
Dalam pemaparannya, Dicky Sofjan menekankan pentingnya membangun rekam jejak digital dengan mempublikasikan berbagai kegiatan internasional. Menurutnya, dokumentasi tersebut membantu dosen menunjukkan pengalaman, konsistensi, dan keterlibatan dalam kegiatan akademik internasional.
Pamerkan kegiatan internasional Anda di media sosial atau internet untuk membangun rekam jejak digital Anda, ujar Dicky.
Dicky juga mendorong peserta menyusun gagasan secara lebih luas dan berani. Pengusul perlu menentukan cakupan kegiatan dan besaran pendanaan berdasarkan perencanaan yang matang serta tujuan yang jelas.
Jangan berpikir kecil, berpikirlah besar dalam konteks pengajuan pendanaan internasional, tambah Dicky.
Selain kualitas rancangan penelitian, Dicky mengingatkan peserta untuk memperhatikan dampak program yang mereka ajukan. Peserta perlu menjelaskan manfaat program, penerima manfaat, perubahan yang ingin dicapai, serta rencana keberlanjutan setelah masa pendanaan berakhir.
Berbicara tentang riset, pikirkan tentang dampaknya, tegas Dicky.

Dicky Sofjan, M.A., MPP., Ph.D. dan Elis Zuliati Anis, S.Ag., M.A., Ph.D.
Sementara itu, Elis Zuliati Anis memberikan penguatan dan pendampingan dalam mempersiapkan proposal hibah internasional. Bersama Dicky, ia membantu peserta mengidentifikasi keunggulan, kelemahan, serta bagian yang masih perlu diperbaiki dalam draf proposal.
Selama enam jam, peserta mengikuti pemaparan materi, pembahasan, dan penelaahan draf proposal bersama narasumber. Dosen yang telah mengunggah draf melalui tautan pendaftaran mendapat masukan langsung terkait substansi, relevansi, dampak, dan pengembangan proposal.
Melalui kegiatan ini, FKIP UAD mendorong dosen untuk aktif mengakses pendanaan internasional dan memperluas jejaring akademik. Upaya tersebut sekaligus memperkuat kapasitas dan daya saing dosen dalam menghasilkan penelitian dan program pengembangan yang berdampak bagi institusi dan masyarakat.
(maulidan/ed: krln)


