Seminar Transformasi Pendidikan di Era AI Dorong Guru Adaptif Hadapi Masa Depan
Blora- Dinas Pendidikan Kabupaten Blora menggelar Seminar Transformasi Pendidikan di Era Artificial Intelligence (AI) bertema “Meningkatkan Kompetensi Guru untuk Pembelajaran Masa Depan”. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Program Studi Pendidikan Program Doktor FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T., sebagai narasumber.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, S.Pd., M.Si., yang merupakan mahasiswa S-3 PPD FKIP UAD membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, Sunaryo menyampaikan bahwa transformasi digital menuntut guru terus meningkatkan kompetensi dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran.
Menurut Sunaryo, AI dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan relevan. Namun, pemanfaatannya tetap perlu memperhatikan nilai-nilai pendidikan serta peran guru dalam membimbing dan membentuk karakter peserta didik.
Pada agenda tersebut, FKIP UAD juga mengirimkan beberapa delegasi. Delegasi terdiri atas Dr. Ikmi Nur Oktavianti, M.A., Kaprodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Ika Maryani, M.Pd., Sekprodi Pendidikan Program Doktor, Dr. Achadi Budi Santosa, M.Pd., Sekprodi Magister Manajemen Pendidikan, Dr. Najih Gilang Ramdhan, M.Pd., dosen Magister Pendidikan Vokasi, serta Syariful Fahmi, M.Pd., Humas FKIP UAD. Kehadiran delegasi tersebut memperkuat sinergi antara FKIP UAD dan Dinas Pendidikan Kabupaten Blora dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Delegasi FKIP UAD pada Seminar Transformasi Pendidikan di Era Artificial Intelligence (AI) Dinas Pendidikan Kab. Blora
AI Menjadi Mitra Guru dalam Pembelajaran
Pada sesi utama, Prof. Dwi menjelaskan bahwa AI dapat menjadi asisten guru dalam mendukung berbagai pekerjaan pembelajaran. Guru dapat memanfaatkannya untuk menyusun perangkat ajar, membuat soal, merancang rubrik penilaian, menyusun LKPD, hingga mengembangkan media pembelajaran.
Meski demikian, Prof. Dwi menekankan bahwa guru tetap menjadi pengambil keputusan dalam proses pembelajaran. Setiap keluaran AI perlu diverifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Ia juga mengingatkan pentingnya etika dalam penggunaan AI. Guru perlu menjaga data pribadi peserta didik dan tidak menyalin mentah hasil AI. Menurutnya, empati, kompetensi pedagogik, kepemimpinan, dan pembinaan karakter tetap menjadi kekuatan utama seorang guru.
FKIP UAD Perkenalkan Program Pascasarjana
Pada sesi terakhir, tim FKIP UAD turut memperkenalkan berbagai program pascasarjana FKIP UAD kepada peserta. Program tersebut meliputi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (S-2 PBI), Magister Manajemen Pendidikan (S-2 MP), Magister Pendidikan Vokasi (S-2 MPGV) dan Program Doktor Pendidikan (S-3 Pendidikan).
Peserta kemudian berdiskusi mengenai sistem perkuliahan, penerimaan mahasiswa baru, bidang kajian, penelitian, serta peluang pengembangan kompetensi melalui studi lanjut. Antusiasme peserta menunjukkan ketertarikan terhadap program pascasarjana FKIP UAD.
Melalui kegiatan ini, FKIP UAD memperkuat kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Blora sekaligus mendorong pengembangan kompetensi guru melalui pemanfaatan teknologi dan studi lanjut.
(syariful/ed: krln)



