UAD Gelar International Symposium Bahas Pendidikan di Era AI
Program Studi Pendidikan Matematika (S1 dan S2) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan International Symposium: Education in the AI Era di Amphitarium Kampus 4 UAD pada Kamis (30/04) pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 mahasiswa PMat S1 dan S2, dosen serta pimpinan di lingkungan FKIP UAD.
Ketua panitia Dr. Puguh Wahyu Prasetyo, S.Si., M.Sc., menyampaikan bahwa AI menjadi isu strategis dalam pendidikan karena mendorong inovasi pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif. Perkembangannya yang pesat membuat AI semakin masif dan mulai diadopsi di Indonesia sebagai tren utama dalam sistem pendidikan.
Kecerdasan artifisial telah berkembang pesat dan menjadi bagian penting dalam transformasi pembelajaran di era digital, ungkap Puguh.
Wakil Dekan II FKIP UAD, Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa kemajuan teknologi, khususnya AI, menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Ia mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi, apalagi menjadi korban, tetapi harus mampu memanfaatkannya sebagai mitra belajar.
Kita tidak boleh menjadi korban perkembangan AI, tetapi harus menjadikannya sebagai mitra dalam pembelajaran, ungkap Suyatno.
Selanjutnya, Prof. Takuya Baba, Ph.D., dari Hiroshima University menyoroti isu depopulasi di Jepang dan pentingnya peran pendidikan dalam menjaga keberlanjutan komunitas. Ia menekankan bahwa pendidikan perlu mengintegrasikan perspektif global dan lokal agar tetap relevan di tengah perkembangan teknologi, termasuk AI.
Indonesia menjadi contoh yang baik dalam menggabungkan nilai lokal dan perspektif global dalam pendidikan, ungkap Takuya.

Dr. Harina Fitriyani, M.Pd., Kunti Robiatul Mahmudah, Ph.D., Satoshi Kusuka, Ph.D., dan Afit Istiandaru, Ph.D., (dari kanan ke kiri)
Afit Istiandaru, M.Pd., memoderatori simposium dan membagi kegiatan menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, Hiroto Fukuda, Ph.D., dari Okayama University of Science membahas perbandingan kurikulum probabilitas dan statistika di Jepang, Thailand, dan Indonesia. Selanjutnya, Dr. Vita Istihapsari, M.Pd., dari UAD memaparkan pentingnya lingkungan pembelajaran berbasis literasi pedagogis untuk meningkatkan literasi matematika calon guru.
Sesi kedua menghadirkan Satoshi Kusaka, Ph.D., dari Naruto University of Education yang membahas penggunaan ICT untuk meningkatkan pemahaman dan metakognisi siswa melalui penjelasan timbal balik. Selanjutnya, Dr. Harina Fitriyani, M.Pd., dari UAD menegaskan pentingnya pengembangan penalaran spasial karena masih banyak siswa belum menguasainya akibat keterbatasan kerangka pembelajaran.
Pemateri terakhir, Kunti Robiatul Mahmudah, Ph.D., dari UAD, mengangkat isu krusial terkait asesmen di era AI. Ia menegaskan bahwa metode asesmen konvensional kini tidak lagi mampu mengukur kemampuan riil mahasiswa, mengingat penggunaan AI yang semakin luas. Oleh karena itu, dosen perlu memahami dan memanfaatkan AI secara kritis agar dapat merancang asesmen yang relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain sesi presentasi, dosen Magister Pendidikan Matematika bersama Prof. Takuya Baba menggelar executive meeting untuk membahas redesain asesmen di era AI. Melalui simposium ini, UAD memperkuat kolaborasi internasional, memperkaya wawasan akademik, dan mendorong inovasi pendidikan yang adaptif.
(krln humas fkip)








