PPG UAD Gelar Stadium Generale, Soroti Etika AI
Sebanyak 286 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP UAD mengikuti Stadium Generale #11 mengenai etika dan masa depan Artificial Intelligence (AI). Agenda ini digelar pada Jumat (24/04) secara daring melalui Zoom dan siaran langsung YouTube. Kegiatan ini menjadi forum akademik bagi mahasiswa S2, S3 dan profesi di lingkungan UAD.
UAD menyelenggarakan kegiatan ini melalui kolaborasi Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) dan Lembaga Pengembangan Sistem Informasi (LPSI). Kolaborasi ini menjadi respons terhadap pesatnya perkembangan kecerdasan buatan.
Kepala LPP, Prof. Dr. Ishafit, M.Si., menyampaikan bahwa AI telah diadopsi untuk membantu berbagai aktivitas manusia, baik akademik maupun nonakademik, sehingga penggunaannya perlu memperhatikan aspek etika.
Oleh karena itu, etika menjadi aspek yang sangat penting dalam penggunaannya.
Sementara Wakil Rektor Bidang AIK, Dr. Nur Kholis, M.Ag., mengapresiasi kolaborasi tersebut dan menegaskan bahwa pengembangan AI harus berlandaskan etika Islam dan tanggung jawab moral. Dalam hal ini LPSI menjaga arah pengembangan AI tetap etis, sementara LPP mendorong pendidikan lebih adaptif terhadap teknologi.

Prof. Dr. rer. nat. Achmad Benny Mutiara, Q.N., S.Si., S.Kom memaparkan materi Etika dan Kebijakan AI
Stadium Generale ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. rer. nat. Achmad Benny Mutiara, S.Kom, Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Gunadarma, serta Ismail Fahmi, S.T., M.A., Ph.D., Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Muhammadiyah.
Baca juga : FKIP UAD Bekali Guru Pelatihan AI Dorong Pembelajaran Efektif
Dalam pemaparannya, Benny menekankan pentingnya regulasi etika dalam pengembangan dan pemanfaatan AI. Sementara itu, Ismail Fahmi mengulas etika AI dalam perspektif Muhammadiyah serta menyoroti peran strategis Muhammadiyah dalam menjaga nilai kemanusiaan pada penerapan AI di masa depan.
Melalui agenda ini, Universitas Ahmad Dahlan menegaskan komitmennya untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman komprehensif agar mampu menggunakan AI secara bijak, etis, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
(dh/ed: krln)






FKIP UAD

