Fariz Setyawan Pensus

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mendapatkan bantuan dana implementasi perkuliahan pada mata kuliah persamaan diferensial. Bantuan Dana diberikan oleh Belmawa KEMDIKBUD. Program dilaksanakan oleh Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika dengan judul Program yang mendapatkan dana adalah Modul Pembelajaran Inovatif Berbasis Model Rmct Bagi Mahasiswa Slow Learner. Penerima hibah merupakan Dr. Andriyani, M.Si, Fariz Setyawan, M.Pd., Muya Barida, M.Pd. Kegiatan dilaksanakan selama 3 bulan (Oktober – Desember).
Fariz Setyawan, M.Pd menyampaikan mengenai tantangan perkuliahan yang terjadi selama pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan terutama bagi mahasiswa berkebutuhan khusus, terutama mahasiswa lamban belajar (slow learner). Tantangan tersebut diantaranya kondisi memaksa dosen untuk berinovasi dalam pemberian pendekatan pembelajaran yang inovatif dalam memfasilitasi mahasiswa untuk belajar secara mandiri dimanapun mereka berada. Pada tahun 2019, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (FKIP UAD) memperoleh Bantuan Dana Inovasi Penerapan Pendidikan Inklusif di Perguruan Tinggi. Hibah tersebut menghasilkan luaran berupa model pembelajaran inovatif Rigorous Mathematics computational Thinking (RMcT). Dalam pengembangan model RMcT di tahun 2020.

Fariz Setyawan Pensus
FKIP mendapatkan bantuan dana pendidikan khusus bagi perguruan tinggi dengan mengembangan media pembelajaran yang terintegrasi dengan model Pembelajaran RMcT di lingkungan FKIP UAD, terutama di Prodi Pendidikan Matematika. Salah satu media pembejaran yang dapat menjadi pelengkap inovasi model pembelajaran RMcT adalah modul pembelajaran inovatif berbasis model RMcT. Pengembangan media berupa modul tersebut merupakan upaya peneliti dalam menyempurnakan model RMcT yang telah dikembangkan sebelumnya. Modul tersebut semakin dibutuhkan melihat perlunya inovasi modul pembelajaran berbasis model RMcT sebagai perangkat pembelajaran bagi dosen agar dapat diakses secara singkron maupun asingkron oleh dosen, mahasiswa, maupun masyarakat secara umum sebagai bentuk pelayanan kepada mahasiswa berkebutuhan khusus, terutama bagi mahasiswa slow learner .(FS).