SEA Teacher Batch 11 Berakhir, FKIP UAD Perkuat Kolaborasi Pendidikan Asia Tenggara
FKIP UAD menutup program SEA Teacher Batch 11 melalui Closing Ceremony bagi mahasiswa inbound dari Central Luzon State University (CLSU) dan Adamson University, Filipina pada Jumat (08/05) di Educator Hall, Kampus 4 UAD. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi atas pengalaman belajar lintas budaya peserta selama mengikuti program di Indonesia.
Wakil Dekan II FKIP UAD, Dr. Ani Susanti, M.Pd.B.I., menegaskan bahwa mahasiswa dapat memahami budaya suatu negara secara lebih utuh melalui pengalaman hidup dan belajar langsung di lingkungan masyarakat. Menurutnya, interaksi sehari-hari menjadi cara terbaik untuk mengenal nilai, kebiasaan, dan kehidupan sosial masyarakat setempat.
Ia juga menilai bahwa kendala bahasa bukan hambatan utama dalam proses pembelajaran. Seorang guru tetap dapat menyampaikan pesan kepada peserta didik melalui ketulusan, perhatian, dan kedekatan emosional.
“Jika mengajar dengan hati, anak-anak tetap dapat memahami pesan yang disampaikan meskipun menggunakan bahasa yang berbeda,” ungkap Ani.
Ani berharap peserta menjadikan pengalaman internasional selama program sebagai bekal untuk berkarier sebagai pendidik. Ia juga mendorong UAD dan perguruan tinggi mitra untuk melanjutkan kolaborasi pada masa mendatang.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Adamson University, Prof. Mic, mengaku bersyukur dapat mengikuti program SEA Teacher di UAD. MIC yang merupakan alumni CLSU tersebut berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Adamson University dan UAD di masa depan.
Apresiasi juga datang dari sekolah mitra. Perwakilan SMA Negeri 5 Yogyakarta, Dewi, mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa internasional memberikan pengalaman baru bagi sekolah dan peserta didik. Menurutnya, para mahasiswa tidak hanya mengajar dengan baik, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah SD Muh Kleco, Hindun Yafa Chotijah (kanan) dan Dewi, Guru Bahasa Inggris SMA N 5 Tk (kiri)
Senada dengan itu, Kepala SD Muhammadiyah Kleco, Hindun Yafa Chotijah, menilai program SEA Teacher memberikan pengalaman berharga bagi sekolahnya. Menurutnya, program tersebut menunjukkan pentingnya fleksibilitas guru dalam menghadapi beragam karakter peserta didik.
Menurutnya, perbedaan bahasa tidak menghalangi proses komunikasi antara mahasiswa SEA Teacher dan siswa. Melalui bahasa tubuh, ekspresi, dan interaksi sehari-hari, pesan pembelajaran tetap dapat tersampaikan dengan baik.
“Terima kasih telah menghormati budaya kami dan berbagi pengetahuan. Semoga pengalaman ini menginspirasi kalian sebagai pendidik masa depan yang membawa perubahan positif bagi masyarakat. Kalian selalu memiliki rumah kedua di sini,” ungkap Hindun.
Sementara itu, Gia dari CLSU menilai bahwa pengalaman mengajar di Indonesia membuktikan bahwa bahasa bukan satu-satunya sarana untuk membangun komunikasi dengan peserta didik. Menurutnya, hubungan yang baik antara guru dan siswa dapat tercipta melalui kepedulian dan perhatian yang tulus.
“Mengajar bukan hanya tentang menggunakan bahasa yang sama, tetapi juga membangun hubungan dan menunjukkan kepedulian kepada siswa,” ungkap Gia.
Melalui SEA Teacher Batch 11, FKIP UAD terus memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus menghadirkan pengalaman belajar lintas budaya bagi mahasiswa dan sekolah mitra. Program ini menjadi ruang berbagi pengetahuan, budaya, dan pengalaman yang mempererat hubungan antarlembaga pendidikan di Asia Tenggara.
(krln humas fkip)



