Seminar Hasil PLP 1 & 2: Siapkan Guru Profesional
Pengembangan Profesi Kependidikan (P2K) melaksanaan Seminar Hasil PLP 1 dan PLP 2 Tahun 2025 pada Jumat (30/01) secara daring via Zoom Meeting serta disiarkan langsung melalu kanal YouTube PPK UAD. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa peserta PLP (semester 5 dan 7) sebagai forum pemaparan hasil, refleksi pengalaman lapangan, dan penilaian ketercapaian kompetensi sebagai calon guru.
Fariz Setyawan, M.Pd., Kepala Lab Pengembangan Profesi Kependidikan, melaporkan bahwa seminar diikuti oleh 1.325 mahasiswa, dengan 121 presenter aktif. Dari segi publikasi akademik, sebanyak 408 artikel PLP 1 terkumpul di OJS, 380 di antaranya lolos cek plagiarisme, sementara untuk PLP 2, 399 artikel terkumpul dan 382 lolos cek plagiarisme.
Fariz juga menekankan bahwa PLP mendorong mahasiswa memberi kontribusi nyata selama berada di sekolah dan menjadi pedoman bagi pengembangan kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor calon guru.
Harapannya mahasiswa dapat memberikan pengalaman dan dampak ketika mereka di sekolah. ungkap Fariz.
Sambutan Dekan FAI
Dekan FAI UAD, Dr. Arif Rahman, M.Pd.I., dalam sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan PLP secara serius untuk mencetak calon guru profesional. Menurutnya, PLP 1 dan PLP 2 menyimpan potensi besar apabila dikelola dengan baik, karena tidak hanya melatih mahasiswa dalam praktik mengajar, tetapi juga menyiapkan mereka menjadi pendidik yang mampu menjawab tantangan zaman.
Menurutnyaa kualitas pendidikan menjadi indikator masa depan bangsa. Oleh karena itu, FKIP dan FAI memiliki tanggung jawab moral untuk terus melahirkan pendidik berkualitas. Dengan demikian, PLP menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori dan praktik sekaligus menumbuhkan profesionalisme serta tanggung jawab sebagai calon guru.
PLP bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi proses strategis dalam menciptakan calon guru yang profesional dan berdaya saing. ungkap Arif.

Dekan FAI UAD, Dr. Arif Rahman, M.Pd.I., dalam sambutan Semhas PLP
Sambutan Dekan FKIP
Wakil Dekan FKIP UAD, Prof. Dr. Suytano, M.Pd.I. secara resmi membuka Seminar Hasil PLP 1 dan PLP 2. Suyatno menegaskan bahwa tema yang diangkat pada semhas sejalan dengan tagline Kemendikti Saintek tentang pendidikan berdampak, yang menekankan bahwa setiap aktivitas akademik harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Suyatno menilai bahwa PLP FKIP dan FAI telah memberikan dampak positif melalui pelaksanaan program yang berkelanjutan, tidak hanya mencakup kegiatan lapangan di sekolah, tetapi juga diseminasi pengalaman mahasiswa melalui seminar dan publikasi artikel prosiding.
PLP FKIP dan FAI sudah berdampak, salah satu bukti nyatanya adalah programnya tidak berhenti pada penerjumanan mahasiswa ke sekolah-sekolah, baik untuk mengamati budaya sekolah maupun asistensi mengajar. Tetapi bahkan menuangkan pengalaman mahasiswa di sekolah sampai perlu diseminarkan dan diterbitkan dalam bentuk artikel proceeding. ungkap Suyatno.
Materi Siminar Hasil PLP 1 dan 2
Materi pertama disampaikan oleh Dr. H. Ahmadong, M.Pd., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Berau. Ahmadong menekankan bahwa pendidikan yang berdampak dimulai dari peran guru di kelas. Guru membentuk karakter dan kesiapan siswa, sementara pembelajaran harus berpusat pada siswa, bermakna, dan memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
Guru yang berkualitas dalam melaksanakan tugas pembelajaran di kelas mampu memberikan dampak keberhasilan bagi siswa, baik selama proses belajar maupun setelah lulus, melalui pengembangan kecerdasan, karakter, dan kemampuan sosial. ungkap Ahmadong.
Dr. Hanif Cahyo, M.A., dosen Prodi PAI UAD, sebagai pemateri kedua menegaskan bahwa mahasiswa keguruan harus mengikuti PLP untuk membentuk guru kompeten. Melalui PLP, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung terkait budaya sekolah, manajemen, dan praktik pembelajaran, sehingga kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor berkembang seimbang, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri dan profesionalisme.
Melihat bahwa motivasi menjadi seorang pendidik turun dan beberapa lulusan FKIP atau keguruan kompetensi nya masih pada tahap cukup, hal ini perlu dijadikan sebagai pedoman terkait untuk meningkatkan atau menumbuhkan kompetensi kognitif afektif dan psikomotor calon guru. ungkap Hanif.

Dr. Hanif Cahyo, M.A., dosen Prodi PAI UAD saat menyampaikan materi
Sedangkan Dr. Heni Siswantari, M.A., dosen PGSD FKIP UAD, menjelaskan bahwa guru Gen Z menghadapi tantangan berbeda dari guru milenial, sehingga harus mengajar dengan etika dan estetika. Etika mengajar mencakup keadilan, digital, relasi, dan kompetensi, sedangkan estetika berarti menyampaikan pembelajaran yang bermakna, memikat, dan menghadirkan pengalaman nyata bagi siswa.
Pendidikan berdampak lahir dari guru yang memberi contoh, terus belajar, dan menciptakan pengalaman belajar etis dan estetis. Guru harus menunjukkan kepedulian, menumbuhkan empati, dan memastikan setiap tindakan, sekecil apa pun, bermanfaat bagi peserta didik.
Pendidikan berdampak dimulai dari guru, tetaplah belajar apapun itu, menjadi guru harus memahami etika dan estetika dalam mengajar. ungkap Heni.
Seminar Hasil PLP 1 dan 2 menunjukkan bahwa pengalaman lapangan dan diseminasi hasil belajar membantu mahasiswa FKIP dan FAI mengembangkan kompetensi profesional. Dengan begitu, mereka semakin siap menjadi guru yang mampu memberikan pendidikan berdampak bagi peserta didik dan masyarakat.
(krln humas fkip)





FKIP UAD

