PKM UAD Dorong Guru MA-DIY Tumbuhkan Growth Mindset Murid
Sleman – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membekali guru dengan strategi menumbuhkan growth mindset pada murid. Upaya tersebut mereka lakukan melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Membangun Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset) pada Murid dalam Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia MA”.
Kegiatan berlangsung pada Selasa (28/07) di Ruang PSBB MAN 3 Sleman (Mayoga). Guru Bahasa Indonesia MA dari berbagai kabupaten/kota di DIY mengikuti pelatihan yang menghadirkan Dr. Purwati Zisca Diana, M.Pd., dosen PBSI FKIP UAD, sebagai narasumber.
Ketua MGMP Bahasa Indonesia MA-DIY, Azhariansah, S.S., M.Pd., M.A., mengapresiasi pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan ruang bagi guru untuk memperbarui wawasan sekaligus mengembangkan strategi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid.
Kami berharap pelatihan ini memberikan pemahaman dan inspirasi baru bagi guru Bahasa Indonesia. Guru perlu membantu murid memahami bahwa kemampuan berbahasa dan bersastra dapat terus berkembang melalui latihan, keberanian mencoba, serta kesediaan menerima dan menindaklanjuti umpan balik, ujar Azhariansah.
Pada sesi materi, Purwati menjelaskan growth mindset sebagai pola pikir yang meyakini kemampuan dapat berkembang melalui usaha, strategi belajar, latihan, dan dukungan lingkungan. Sebaliknya, fixed mindset membuat murid cenderung menganggap kemampuan sebagai sesuatu yang tetap sehingga mudah menghindari tantangan dan menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Purwati menekankan pentingnya cara guru memberikan umpan balik. Guru perlu memberikan masukan yang spesifik terhadap proses belajar, bukan sekadar memberikan label “benar”, “salah”, atau “pandai”. Dalam pembelajaran menulis, misalnya, guru dapat menyampaikan, “Gagasan utama dalam tulisanmu sudah jelas. Selanjutnya, kamu dapat memperkuatnya dengan menambahkan data, contoh, dan memilih kata yang lebih tepat.”
Menurut Purwati, pendekatan tersebut dapat diterapkan pada berbagai keterampilan berbahasa. Guru dapat memberi ruang kepada murid untuk menyampaikan pendapat, melakukan refleksi, memperbaiki pekerjaan, dan mencoba kembali ketika menghadapi kesulitan.
Kesalahan bukan kegagalan, tetapi bagian dari proses belajar, jelas Purwati.
Dalam sesi praktik, peserta mengidentifikasi ungkapan guru yang berpotensi membentuk fixed mindset. Mereka kemudian mengubah ungkapan tersebut menjadi kalimat yang lebih positif, spesifik, dan berorientasi pada proses. Peserta juga mempelajari penerapan asesmen formatif yang memberikan kesempatan kepada murid untuk memperbaiki hasil belajar berdasarkan umpan balik.
Melalui kegiatan tersebut, guru dapat menciptakan pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih aman, partisipatif, dan berorientasi pada perkembangan murid. Pendekatan growth mindset juga membantu guru mendorong ketekunan, kreativitas, kemandirian, dan keberanian murid dalam menghadapi tantangan belajar.
UAD dan MGMP Bahasa Indonesia MA-DIY terus membangun kolaborasi untuk memperkuat kompetensi guru dan menghadirkan inovasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kedua pihak juga dapat melanjutkan kerja sama melalui pendampingan dan berbagi praktik baik antarguru.
Penguatan growth mindset membuat pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga menghargai proses. Pendekatan ini mendorong murid untuk berani mencoba, terbuka terhadap umpan balik, dan percaya bahwa kemampuan literasi dapat terus berkembang.
(denikw/ed: krln)




