FKIP UAD Bekali Calon Guru lewat Orientasi PPG 2026
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (FKIP UAD) menggelar Orientasi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 di Amphitarium Lantai 9 Kampus 4 UAD, Kamis (29/01). Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa PPG untuk memasuki proses pembentukan profesionalisme sebagai pendidik.
Ketua Program Studi PPG FKIP UAD, Prof. Dr. Trikinasih Handayani, M.Si., membuka kegiatan dengan memperkenalkan jajaran pimpinan program studi serta tim akademik PPG. Ia melaporkan bahwa PPG Tahap 1 Tahun 2026 diikuti oleh 286 mahasiswa yang tersebar dalam enam bidang keilmuan, terdiri atas 278 mahasiswa kependidikan dan delapan mahasiswa nonkependidikan.

Prof. Dr. Trikinasih Handayani, M.Si., menyambut mahasiswa PGG bagi Calon Guru Periode 2026
Trikinasih menegaskan bahwa kesungguhan dan kedisiplinan menjadi kunci utama keberhasilan menempuh Pendidikan Profesi Guru. Ia menekankan bahwa penyelesaian studi tepat waktu bukan sekadar target akademik, melainkan tanggung jawab moral calon guru dalam menjalankan peran strategis mendidik generasi bangsa.
Semoga bertanggung jawab untuk tepat waktu, karena di pundak Anda ada tanggung jawab besar untuk mendidik anak bangsa baik jenjang TK, SD, SMP hingga SMA dan SMK. ungkap Trikinasih.
Wakil Dekan II FKIP UAD, Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.I., menjadi pemateri pertama dengan tema “Menjadi Guru: Profesi Panggilan dan Perjuangan”. Menurutnya profesi guru merupakan pilihan hidup yang menuntut ketulusan, ketangguhan, dan komitmen berkelanjutan dalam mendidik generasi bangsa.

Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.I. (kiri) dan Dr. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag. (kanan) ketika menyampaikan materi
Dalam paparannya, Suyatno menguraikan lima kunci sukses menjalani PPG, yakni kebanggaan terhadap profesi, keyakinan, daya juang, komitmen, dan kemampuan mengelola sumber daya. Ia mengilustrasikan proses PPG sebagai lari maraton yang menuntut konsistensi dan pengelolaan stamina hingga garis akhir.
PPG ibarat perjalanan panjang, jika PPG diibaratkan lari adalah lari maraton bukan lari sprint, bukan gaspol sejak awal bukan adu kecepatan. Dalam lari maraton, intinya mengatur stamina agar tidak ketinggalan. Tidak hanya memastikan tidak ada tugas yang tercecer tapi mampu menyelesaikan seluruh proses dengan selamat hingga garis akhir. ungkap Suyatno.
Pemateri kedua, Wakil Rektor Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Dr. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag., menyampaikan materi mengenai kehidupan berasrama di UAD. Ia menekankan bahwa asrama berfungsi sebagai ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kebersamaan, bukan sekadar tempat tinggal.
Menurutnya, kehidupan berasrama membentuk mahasiswa dari individu menjadi komunitas, lalu berkembang menjadi keluarga. Melalui berbagai program pembiasaan dan aktivitas harian, UAD menanamkan nilai-nilai keislaman yang inklusif dan menghargai keberagaman.
UAD adalah kampus inklusif, tempat nilai keislaman tumbuh berdampingan dengan keberagaman. ungkap Nur.
Materi ketiga disampaikan oleh Prof. Dr. Dian Artha Kusumaningtyas, M.Pd.Si., yang memaparkan kurikulum Pendidikan Profesi Guru bagi calon guru. Ia menjelaskan bahwa pembelajaran PPG menerapkan pendekatan case-based dan project-based learning berbasis LMS dengan prinsip growth mindset.

Prof. Dr. Dian Artha Kusumaningtyas, M.Pd.Si., menyampaikan materi Kurikulum PPG
Dian juga mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kecakapan bahasa asing sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan global. Menurutnya, kemampuan tersebut membuka peluang pengabdian di sekolah unggulan, sekolah internasional, hingga wilayah afirmatif yang masih kekurangan tenaga pendidik profesional.
Sertifikat pendidik saja tidak cukup, guru PPG harus unggul dan berdaya saing global. ungkap Dian.
Selain kompetensi akademik, Dian menekankan pentingnya etika keprofesian dan penguatan kepribadian. Ia mengingatkan bahwa sikap, tutur kata, serta perilaku di ruang digital mencerminkan kualitas guru di masa depan.
Sebagai penutup, Sekretaris PPG FKIP UAD, Dr. Agus Supriyanto, M.Pd., memaparkan teknis perkuliahan dan administrasi PPG yang menerapkan sistem blok. Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian perkuliahan dan PPL telah tersusun secara rinci dan wajib diikuti sesuai ketentuan.
PPG menuntut kedisiplinan tinggi karena jadwal perkuliahan dan PPL sudah tersusun ketat. ungkap Agus.
Dengan mengusung semangat Menginspirasi Membangun Negeri, orientasi ini membekali mahasiswa PPG FKIP UAD untuk menempuh pendidikan secara sungguh-sungguh. Melalui PPG, FKIP UAD berkomitmen mencetak guru profesional yang berintegritas, adaptif, dan siap mengabdi bagi kemajuan pendidikan nasional.
(krln humas fkip)





















