Dosen FKIP UAD Raih Beasiswa LPDP di The University of Queensland
Kisah Dosen PG PAUD, Intan Puspitasari, S.Psi., M.A. menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Ia membuktikan bahwa keberhasilan tidak selalu datang dari satu kali percobaan. Konsistensi, ketahanan diri dan keberanian mencoba menjadi kunci untuk meraih peluang global.
Intan, berhasil meraih beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada 2025. Ia melanjutkan studi di School of Education, The University of Queensland, Australia.
Perjalanan Intan tidaklah mudah. Ia sempat mendaftar ke Adelaide University, tetapi belum berhasil. Ia menghadapi kendala pada ketersediaan supervisor dan skor IELTS yang belum memenuhi syarat. Saat itu, ia memperoleh skor 6.0 pada salah satu band.
Waktu itu saya cukup terpukul. Namun saya sadar harus memperbaiki diri, bukan berhenti. ungkap Intan.
Ia kemudian mempersiapkan diri dengan lebih matang. Ia mengikuti tes IELTS (International English Language Testing System) hingga tiga kali, hingga akhirnya berhasil meraih skor 7.5.
Di saat yang sama, ia aktif mencari calon pembimbing dengan menghubungi sekitar 15 dosen dari berbagai universitas. Upayanya berlanjut di The University of Queensland, tempat ia menghubungi lima dosen, hingga akhirnya satu di antaranya memberikan respons positif dan bersedia menjadi pembimbing.
Saya terus mengirim email dan menunggu balasan. Sering kali tidak ada respons, tetapi saya tetap mencoba sampai akhirnya mendapat kesempatan. ungkap Intan.

Intan Puspitasari, S.Psi., M.A. bersama rekan dari The University of Queensland
Baca Juga : Dosen PBI UAD, Raih 6 Sertifikat Penerjemah 3 Tahun Berturut
Di tengah berbagai upaya tersebut, Intan juga berulang kali mencoba seleksi LPDP. Hingga tiga kali ia mengikuti proses seleksi, namun langkahnya masih terhenti di tahap wawancara.
Pengalaman itu tidak membuatnya surut. Sebaliknya, ia terus berbenah dengan memperbaiki esai, memperkuat alasan studi, serta melatih kemampuan wawancara, sembari membuka peluang melalui beasiswa lain seperti AAS, MIS, dan program research fellow di Groningen, Belanda.
Pada akhirnya, Intan berhasil meraih beasiswa LPDP dan melanjutkan studi di Australia. Keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat budaya akademik di FKIP UAD serta mendorong dosen dan mahasiswa untuk berani mengambil peluang studi lanjut di tingkat global.
(fn/ed: krln)









