Puncak Milad FKIP 65 dan Kajian Bulanan #32
FKIP UAD menggelar Puncak Milad ke-65 yang dirangkai dengan Kajian Bulanan #32 pada Selasa (23/12). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen FKIP untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi.
Acara diawali dengan pengumuman pemenang lomba Dekan Cup yang diikuti dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa FKIP. Cabang lomba meliputi voli, bulu tangkis, tenis meja, catur, memasak, dan menyanyi. Lomba Mobile Legends diikuti siswa SMA/SMK/MA sederajat tingkat nasional.
Dekan FKIP UAD, Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., menyampaikan rasa syukur atas usia FKIP yang mencapai 65 tahun. Ia mengapresiasi kerja panitia Milad yang diketuai Syariful Fahmi, S.Pd.I., M.Pd., bersama tim serta dukungan BEM FKIP.

Dosen dan Tendik FKP
Sayuti menegaskan bahwa FKIP telah melalui perjalanan panjang sejak berdiri sebagai IKIP pada 1960 dan bertransformasi menjadi UAD pada 1994. Selama 65 tahun, FKIP terus beradaptasi dengan perubahan kebijakan, kurikulum, dan perkembangan teori pendidikan.
Ia menekankan pergeseran dari capaian formalisme menuju capaian substansial. Seluruh program studi telah meraih predikat unggul, namun keunggulan itu harus tercermin dalam kualitas pembelajaran dan lulusan. Ia juga menegaskan bahwa deep learning harus diimbangi dengan deep teaching.

Dekan FKIP UAD, Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D.
Keunggulan FKIP, menurutnya, harus tampak dalam layanan akademik, mutu lulusan, dan kontribusi bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya continuous improvement dengan semangat mindful, meaningful, dan joyful di seluruh unit kerja. Selain itu, ia mengajak dosen menjadi continuous learner yang rendah hati dan fokus pada kontribusi.
Keunggulan FKIP tidak boleh berhenti pada capaian administratif, tetapi harus tampak dalam kualitas nyata pembelajaran, lulusan, dan kontribusi bagi masyarakat.
Sesi utama kajian disampaikan oleh H. Saijan, S.Ag., M.S.I., M.Hum., Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Warungboto, dengan tema Refleksi 65 Tahun FKIP UAD dalam Mencerdaskan Negeri. Ia mengajak civitas akademika memaknai syukur secara lebih substantif melalui peningkatan kualitas dan kebermanfaatan.

H. Saijan, S.Ag., M.S.I., M.Hum., Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Warungboto
Saijan mengingatkan agar institusi tidak hanya berbangga pada kuantitas amal usaha Muhammadiyah, tetapi juga pada kualitasnya. Setiap layanan harus memberi dampak nyata, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Ia menegaskan bahwa rasa syukur mendorong institusi untuk terus memperbaiki mutu dan memperluas manfaat.
Jangan bangga pada banyaknya amal usaha, tetapi banggalah pada kualitas dan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh umat.
Saijan juga menyampaikan empat langkah menjadi pribadi yang lebih baik, yaitu bertakwa, bersyukur, bekerja sungguh-sungguh, dan tidak mudah berputus asa. Ia menambahkan cara bermuhasabah, yakni meluruskan niat, menghargai hasil, mengevaluasi kontribusi, bersikap bijak, terbuka terhadap kritik, dan membangun jejaring positif.
Sebagai penutup, Saijan mengibaratkan orang beriman seperti lebah dan semut yang selalu memberi manfaat dan meninggalkan jejak kebaikan. Pesan ini menegaskan bahwa FKIP hadir tidak hanya untuk mencetak lulusan, tetapi juga untuk memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Melalui Milad ke-65 ini, FKIP UAD meneguhkan langkah untuk bergerak dari keunggulan administratif menuju keunggulan substantif serta menjaga semangat berkemajuan dalam dunia pendidikan.






FKIP UAD
FKIP UAD
