Wujudkan Kesetaraan Pendidikan, UAD Gelar Stadium General Pembelajaran Inklusif
Program Studi Bimbingan Konseling (BK) dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) FKIP UAD sukses menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Inclusive Learning: Assessment & Classroom Strategies”. Acara ini menghadirkan pakar dari West Visayas State University, Filipina, Mr. Micron Rey B. Fuego, sebagai narasumber utama pada Rabu (01/04) di Educator Hall, Kampus 4 UAD.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan II FKIP,Dr. Ani Susanti, M.Pd.B.I., menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa BK dan PGPAUD karena adanya mata kuliah pendidikan inklusif pada kedua prodi tersebut. Kehadiran Micron, pakar pendidikan kebutuhan khusus sekaligus praktisi dan peneliti berpengalaman, memperkuat keterkaitan kurikulum ini. Integrasi teori dan pengalaman lapangan narasumber bertujuan mencetak pendidik yang siap merangkul keberagaman.
Pendidikan perlu merata ke semua, baik yang normal maupun difabel. Di masa depan, Anda harus mempertimbangkan bagaimana kesetaraan pembelajaran dapat tersebar ke seluruh jenis siswa, ujar Ani.

Dr. Ani Susanti, M.Pd.B.I., ketika memberikan sambutan
Untuk memperkuat komitmen ini, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara kedua prodi tersebut dengan West Visayas State University.
Memasuki sesi utama, Ega Asnatasia Maharani, Ph.D., Psikolog, memandu jalannya kegiatan. Pada sesi ini, Micron menegaskan bahwa pengajaran harus menyesuaikan perkembangan biologis anak. Ia menjelaskan bahwa anak berada pada periode kritis yang membentuk pola otak dan perilaku secara permanen.
Pengajaran inklusif tidak dimulai saat kita menyadari apa yang salah atau unik pada individu, hal tersebut dimulai saat kita percaya bahwa perbedaan adalah hal yang alami di setiap kelas, tegas Micron

Mr. Micron Rey B. Fuego, ketika menyampaikan materi
Micron juga menekankan profesionalisme dalam menangani siswa berkebutuhan khusus. Ia membekali mahasiswa bahwa data harus mendasari setiap intervensi. Proses asesmen ini mencakup pengumpulan data melalui peninjauan catatan medis, observasi, hingga sinergi informasi dengan pihak keluarga.
Sebagai penutup, kuliah umum ini memperkuat pemahaman tentang pendidikan inklusif sekaligus menegaskan komitmen Prodi BK dan PGPAUD dalam mencetak pendidik yang adaptif dan profesional. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pembelajaran yang adil, humanis, dan inklusif di masa depan.
(krln humas fkip)







FKIP UAD