Pendidikan Matematika FKIP UAD Latih Guru SD/MI dalam Pembelajaran Koding
Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Badan Kerja Sama (BKS) SD/MI Muhammadiyah-Aisyiyah Kabupaten Bantul menggelar Pelatihan Pembelajaran Koding bagi Guru SD/MI Muhammadiyah Bantul pada Selasa (18/08) di Kampus 4 UAD.
Kegiatan ini membekali guru dengan pemahaman dasar koding serta strategi pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Dosen Pendidikan Matematika FKIP UAD, Syariful Fahmi, M.Pd., menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
BKS Dorong Guru Beradaptasi dengan Teknologi
Ketua BKS SD/MI Muhammadiyah-Aisyiyah Kabupaten Bantul, Dwi Haikal Mubarroq, M.Pd., menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru di tengah perkembangan teknologi.
“Perkembangan teknologi terus berjalan dan dunia pendidikan harus mampu mengikutinya. Kami berharap pelatihan ini membantu guru memahami pembelajaran koding dan menerapkannya dengan cara yang sesuai bagi siswa SD/MI,” ujar Dwi.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris BKS, Ana Rohmatulloh, M.Pd., mendorong guru membawa hasil pelatihan ke sekolah dan menyesuaikannya dengan kebutuhan serta karakteristik siswa.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Bapak dan Ibu guru dapat membawa pengalaman yang diperoleh ke sekolah dan menerapkannya dalam pembelajaran yang menarik bagi siswa,” ungkap Ana.

Syariful Fahmi, M.Pd., bersama Guru SD/MI Muhammadiyah-Aisyiyah Kabupaten Bantul
Kenalkan Koding melalui Permainan
Menjawab kebutuhan tersebut, Syariful mengenalkan computational thinking dan unplugged coding melalui berbagai aktivitas sederhana. Peserta mencoba permainan menyusun algoritma, menentukan rute, mengenali kesalahan, hingga memperbaiki langkah atau debugging.
Syariful menjelaskan bahwa guru tidak perlu memulai pembelajaran koding dari bahasa pemrograman yang kompleks. Guru dapat mengenalkannya melalui aktivitas yang melatih siswa berpikir runtut, mengenali pola, menyusun langkah, dan mencari solusi.
“Koding untuk anak SD bukan sekadar mengajarkan anak menggunakan komputer. Hal yang lebih penting adalah melatih mereka berpikir runtut, mengenali pola, menyusun langkah, menemukan kesalahan, dan mencari solusi,” jelas Syariful.
Peserta kemudian berdiskusi dan merancang aktivitas koding untuk pembelajaran. Guru juga dapat mengintegrasikan koding dengan berbagai mata pelajaran, termasuk matematika. Pendekatan ini mempertemukan keterampilan berpikir komputasional dengan kemampuan bernalar yang menjadi bagian penting dalam pembelajaran matematika.
Melalui pelatihan ini, Pendidikan Matematika FKIP UAD turut mengambil peran dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi. Guru tidak hanya mengenalkan koding, tetapi juga dapat mengajak siswa berpikir logis, mengenali pola, memecahkan masalah, dan menemukan solusi melalui aktivitas yang sederhana dan menyenangkan.
(syariful/ed: krln)








