FKIP UAD Ajak Civitas Hidup Sehat di Tengah Kesibukan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (FKIP UAD) menegaskan komitmennya dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan akademik melalui Talk Show Kesehatan dan Kebugaran bertajuk “Tips Menjaga Kesehatan dan Kebugaran Jasmani di Tengah Kesibukan.”
Kegiatan ini berlangsung di Educator Hall, Kampus 4 UAD, pada Jumat (21/11) dan diselenggarakan oleh Tim Wellbeing FKIP UAD. Acara menghadirkan dua narasumber, yaitu dr. Nuni Ihsana, M.Biomed., dari Departemen Fisiologi FK UAD, dan Prof. Ir. Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D., dari Fakultas Teknologi Industri UAD.
Dalam sambutannya, Dekan FKIP UAD, Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., menegaskan bahwa pencapaian besar tidak berarti jika tubuh tidak sehat. Ia menegaskan bahwa setiap individu harus menjaga kesehatan sebagai amanah dari Allah dan merawat tubuh dengan penuh kesadaran.

Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. memberikan sambutan
Bangunlah jiwa dan raganya lahir dan batin. Untuk apa gelar banyak namun tubuh sakit-sakitan? Kesehatan adalah amanah dari Allah dan bagian dari rasa syukur yang harus dijaga. ungkap Sayuti.
Sayuti juga menekankan pentingnya produktivitas yang ditopang oleh kesehatan. Ia menambahkan bahwa ibadah menuntut tubuh yang kuat, sehingga civitas akademika perlu mensyukuri nikmat sehat dengan melihat kondisi orang yang sedang sakit dan belajar dari hal tersebut.
Move Better Live Better
Sesi pertama menghadirkan pemaparan dari Nuni dengan moderator Aprida Agung Priambadha, S.Pd Jas., M.Or. Nuni mengutip WHO yang menyatakan bahwa kebiasaan duduk terlalu lama dan minim aktivitas fisik kini menjadi penyebab kematian terbesar keempat di dunia.
Nuni menjelaskan bahwa perubahan gaya hidup modern membuat banyak orang menghabiskan waktu dalam posisi duduk. Kebiasaan ini meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, kanker, dan berbagai penyakit tidak menular lainnya. Karena itu, ia menekankan pentingnya prinsip “Exercise is Medicine” sebagai upaya menjaga kesehatan sebelum sakit muncul.
Nuni mendorong peserta untuk lebih sering bergerak, termasuk melalui aktivitas sederhana seperti berjalan singkat atau peregangan di sela pekerjaan. Ia menegaskan bahwa konsistensi bergerak menjadi kunci menjaga kesehatan dan mencegah penyakit kronis. Menurutnya, kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin jauh lebih bermanfaat dibanding olahraga berat yang tidak teratur.
Mulailah bergerak setiap hari, konsisten meskipun sebentar. ungkap Nuni.
Pada sesi selanjutnya, Anton menyoroti bahwa olahraga tidak hanya menggerakkan tubuh, tetapi juga membentuk karakter. Ia menjelaskan bahwa aktivitas fisik melatih konsistensi dan kedisiplinan yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Anton menegaskan bahwa tubuh yang sehat menjadi modal utama untuk bekerja, beribadah, dan memberikan manfaat bagi sesama. Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan, mengatur pola makan, tidur cukup, berobat saat sakit, dan berolahraga secara teratur sebagai bentuk syukur atas nikmat kesehatan.

rof. Ir. Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D. menyampaikan materi
Tubuh yg sehat modal utama bekerja dan beribadah dan membangun kehidupan yang bermanfaat. ungkap Anton.
Ia menjelaskan bahwa seseorang dapat membangun konsistensi berolahraga melalui empat langkah sederhana: menjadwalkan latihan, menjalankannya dengan disiplin, menikmati prosesnya, dan memaknainya sebagai komitmen merawat tubuh. Anton menegaskan bahwa penerapan langkah-langkah tersebut membantu menjaga kesehatan secara berkelanjutan.
krln humas fkip









